Kamis, 10 Maret 2011

Maluku, Timnas Belanda, dan Piala Dunia

Kenapa Maluku identik dengan timnas Belanda? Jika saya menguraikan panjang lebar maka kita akan memulainya dari titik sejarah penjajahan Belanda yang beratus-ratus tahun di Indonesia. Istilah “Belanda Hitam” untuk orang Maluku yang dipecayai sebagai kasta kelas dua dalam tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) adalah sebuah ikatan sejarah masa lalu. Sejarah kelam yang membuat banyak tentara KNIL Maluku yang menetap di Belanda dan menghasilkan keturunan warga Maluku yang cukup banyak di negeri Belanda. Sejarah juga yang membuat perdebatan pendirian Republik Maluku Selatan (RMS) yang tak kunjung selesai sampai sekarang. Harus diakui, sisa-sisa RMS masih ada dan eksis di negeri Belanda. Tapi disini, saya tidak mengaitkan hal itu, karena sepakbola adalah sepakbola, saya tidak mau mencampurinya dengan urusan politik dan sebagainya.

Keterlibatan orang Maluku sebenarnya sudah ada sejak Piala Dunia pertama tahun 1938. Saat itu kesebelasan Hindia-Belanda membawa nama Kerajaan Belanda, bukan Indonesia. Hal mana perlu saya luruskan, karena ada perdebatan mengenai keabsahan Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia. Memang, sebagian besar pemainnya adalah warga Indonesia yang bukan pemain FIFA, tetapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. FIFA tetap mengakui Hindia Belanda disertakan atas rekomendasi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) bukan PSSI yang waktu itu kepanjangannya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.
Dari daftar pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938, terseliplah beberapa pemain Maluku seperti Hans Taihuttu, Frederik Hukom dan Tjaak Pattiwael. Ketiga pemain Maluku ini berbaur bersama pemain dari Jawa (Nawir dan Suvarte Soedermadji), Tionghoa (Tan Djien, Bing Mo Heng, Tan Se Han dan Tan Mo Heng) serta pemain asli Belanda seperti Beuzekom dan Henk Sommers. Jadi kalau anda melihat timnas Belanda multiras seperti sekarang ini, sebenarnya itu sudah terbentuk sejak awal.

Saya berani mengatakan pemain keturunan Maluku tidak pernah habis. Mau bukti? Ini beberapa nama pemain keturunan Maluku yang siap-siap menggantikan era Giovanni dkk beberapa tahun mendatang.
Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Supusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petu Toisuta (FC Zwolle), Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam), Raphael Tuankotta (21, Volendam Yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Tobias Waisapy (18, Feyenoord Yunior).

Jadi, kalau orang Maluku identik dengan timnas Belanda, bukan sebuah keterpaksaan, bukan sekedar ngefans, tetapi sejarah dan hubungan persaudaraan yang masih terjalin sampai sekarang.

Keterlibatan orang Maluku di timnas Belanda pada era modern tidak lepas dari sosok Simon Melkianus Tahamata. Selama bermain, pemain kelahiran Vught Belanda pada 1956 silam ini berposisi di sayap kiri. Simon merupakan putra asli Maluku. Dia sudah memperkuat timnas Belanda sebanyak 22 kali dan mencetak dua butir gol. Setelah gantung sepatu akhir 90-an, Simon sibuk menjadi pelatih di Ajax junior. Simon mengawali karier bersama Ajax pada musim 1976/77. Karena cedera, dia sempat absen selama dua musim dan kembali membela Klub Anak-anak Dewa itu di musim 1979/80, dan hingga akhir musim dia mampu mengemas 17 gol. Namun, setelah malang melintang di Divisi Utama Belanda, Simon kemudian hijrah ke kompetisi Belgia (Standar de Liege) musim 1982/83. 1984 dia kembali ke Belanda dan merumput bersama Feyenoord Roterdam.

Entah mengapa, Simon kembali ke kompetisi utama di negara tetangga Belanda itu dan membela panji-panji Beerschot dan Germinan Ekeren di Standart de Liege. Tapi seiring perjalanan waktu, merasa tak puas di kompetisi Belgia, Simon mencoba peruntungan di karpet Timur Tengah dan memilih berbaju klub Arab Saudi, Al-Ahli sebelum kembali ke negeri kelahirannya —Belanda— pada akhir 1987. Pulang dari Tanah Arab, Simon membela Feyenoord Roterdam dan mengakhiri karier di markas De Kuip pada 1996 silam. Semasa jayanya Simon ikut dipanggil membela timnas Belanda selama hampir delapan tahun, yakni dari 1979 hingga 1986. Ia pun masuk armada Belanda untuk penyisihan Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko.
Bryan Roy, eks Timnas Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998—-yang mengaku punya darah Maluku–menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah ditolak pemerintah Indonesia di jaman Menteri Kehakiman, Ali Sadikin. Padahal, kata Roy, setelah mencermati sepak terjang dan prestasi tim nasional selama hampir 10 tahun terakhir, ide mendatangkan Simon Tahamata bukan sesuatu yang tabu. Karena Simon adalah satu-satunya pemain berdarah Maluku, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Sungguh amat disayangkan!
Tidak Pernah Habis!

Jadi, kalau Indonesia masih bermimpi akan bermain di Piala Dunia, tidak dengan orang Maluku. Keikutsertaan timnas Belanda di setiap perhelatan internasional, selalu ada pemain keturunan Maluku yang disertakan. Ada sebuah kebanggaan bagi beberapa kerabat yang tinggal di Maluku, jika pemain yang masih mempunyai tali persaudaraan ikut bermain di even tertinggi seperti piala dunia. Beberapa marga Silooy yang banyak tinggal di daerah Latuhalat dan Amahusu tetap mempunyai cerita turun temurun untuk anak cucu mereka karena keikutsertaan Sony Silooy di piala dunia 1994.

Tapi tidak ada yang paling membanggakan selain marga Sapulette, dari desa Ulath, Pulau Saparua Maluku Tengah. Ya, Sapulette adalah marga asli ibu dari kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 sekarang, Giovanni van Bronckhoorst. Dari semua pemain keturunan Maluku, tidak ada yang bisa mencapai prestasi tertinggi dari Gio (nama panggilan). Ban Kapten tentunya sebuah kebanggaan dan tentunya bukan asal-asalan kepercayaan itu diberikan pelatih Bart van Marwijk. Pengalaman bermain bersama Feyenoord, Celtic, Arsenal dan ikut memberi andil merebut trofi Liga Champions bersama Barcelona adalah pencapaian luar biasa.
Piala Dunia 2010 di Afsel juga mempunyai catatan tersendiri di hati orang Maluku. Selain kapten timnas Belanda adalah pemain keturunan Maluku pertama, pada pertandingan Belanda melawan Denmark, empat pemain pemain keturunan Maluku bermain bersama yaitu Giovanni van Bronckhoorst, Johny Heitingga, Demy de Zeeuw dan Nigel de Joong. Belum lagi masih ada striker Robin van Persie, meskipun ia keturunan Jawa (neneknya).

Minggu, 05 September 2010

Suku Yahudi 'yang ditemukan di Zimbabwe'

Oleh Steve Vickers
BBC News, Harare

Orang-orang Lemba Zimbabwe dan Afrika Selatan mungkin terlihat seperti rekan-rekan mereka, tetapi mereka mengikuti ditetapkan sangat berbeda adat dan tradisi.
Mereka tidak makan daging babi, mereka berlatih sunat laki-laki, mereka ritual pemotongan hewan mereka, beberapa orang memakai topi tengkorak mereka dan mereka menaruh Bintang Daud di batu nisan mereka.
tradisi lisan mereka mengklaim bahwa nenek moyang mereka adalah orang Yahudi yang melarikan diri dari Tanah Suci sekitar 2.500 tahun yang lalu.
Mungkin terdengar seperti mitos lain dari suku Israel yang hilang, tapi para ilmuwan Inggris telah melakukan tes DNA yang telah mengkonfirmasi asal Semit mereka.
Tes-tes ini kembali keyakinan kelompok bahwa kelompok mungkin tujuh orang wanita Afrika menikah dan tinggal di benua itu. The Lemba, yang mungkin jumlah 80.000, tinggal di Zimbabwe tengah dan utara Afrika Selatan.

Perempuan Lemba tidak memiliki DNA Yahudi
Dan mereka juga memiliki artefak keagamaan berharga yang mereka katakan menghubungkan mereka keturunan Yahudi mereka - sebuah replika dari Bahtera Alkitab dari Perjanjian dikenal sebagai lungundu Ngoma, yang berarti "drum yang bergemuruh".
Objek pergi pada layar baru-baru ini di museum Harare untuk gembar-gembor banyak, dan menanamkan kebanggaan di banyak Lemba.
"Bagi saya itu adalah titik awal," kata penyanyi religius Fungisai Zvakavapano-Mashavave.
"Sangat sedikit orang tahu tentang kami dan ini adalah waktu untuk keluar. Saya sangat bangga untuk menyadari bahwa kita memiliki budaya yang kaya dan aku bangga menjadi Lemba.
"Kami telah menjadi orang yang sangat rahasia, karena kita percaya bahwa kita adalah orang-orang khusus."
Agama vs budaya
Lemba memiliki banyak budaya dan peraturan yang cocok dengan tradisi Yahudi. Mereka mengenakan topi tengkorak, praktik sunat, yang bukan merupakan tradisi bagi sebagian besar warga Zimbabwe, menghindari makan daging babi dan makanan dengan darah binatang, dan memiliki 12 suku.
Banyak orang mengatakan bahwa cerita ini terlalu mengada-ada, tetapi tradisi lisan dari Lemba telah didukung oleh ilmu pengetahuan

Tudor Parfitt: University of London
Mereka menyembelih binatang dengan cara yang sama dengan orang Yahudi, dan mereka menempatkan Yahudi Bintang Daud di batu nisan mereka.
Anggota klan imam dari Lemba, dikenal sebagai Buba, bahkan ditemukan memiliki unsur genetik juga ditemukan di antara garis imam Yahudi.
"Ini sangat menakjubkan," kata Prof Tudor Parfitt, dari University of London.
"Sepertinya imamat Yahudi lanjutan di Barat oleh orang-orang yang disebut Cohen, dan dengan cara yang sama dilanjutkan oleh klan imam dari Lemba.
"Mereka memiliki leluhur yang sama yang ahli genetika mengatakan hidup sekitar 3.000 tahun lalu di suatu tempat di utara Saudi, yang merupakan zaman Musa dan Harun ketika imamat Yahudi mulai."
Prof Parfitt adalah seorang ahli terkenal di dunia, setelah menghabiskan 20 tahun meneliti Lemba, dan tinggal bersama mereka selama enam bulan.
The Lemba memiliki bahasa doa suci yang merupakan campuran bahasa Ibrani dan Arab, menunjuk ke akar mereka di Israel dan Yaman. Meskipun hubungan mereka untuk Yudaisme, banyak Lemba di Zimbabwe orang Kristen, sementara beberapa Muslim.
"Kristen adalah agama saya, dan Yudaisme adalah budaya saya," jelas Perez Hamandishe, seorang pendeta dan anggota parlemen dari Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC).
Meskipun tradisi mereka selama berabad-abad, beberapa Lemba muda mengambil pandangan yang lebih liberal.
"Di masa lalu kau tidak menikahi seorang non-Lemba, tetapi hari-hari kita berinteraksi dengan orang lain," kata Alex Makotore, anak dari Ketua Mposi akhir dari Lemba "markas" di Mberengwa.
"Saya merasa istimewa di hati saya tapi tidak di depan orang lain seperti yang saya terpisah dari mereka. Kebudayaan adalah dinamis."

Massa
Tradisi lisan dari Lemba mengatakan bahwa lungundu Ngoma adalah kayu Bahtera Alkitab yang dibuat oleh Musa, dan bahwa berabad-abad yang lalu sekelompok kecil orang memulai perjalanan panjang membawa dari Yaman ke Afrika selatan.
Mendengar dari orang-orang profesor di Harare dan melihat Ngoma membuat jelas bahwa kita adalah orang-orang hebat dan saya sangat bangga

David Maramwidze: Lemba tua
Objek hilang selama tahun 1970-an dan akhirnya ditemukan kembali di Harare pada tahun 2007 oleh Prof Parfitt.
"Banyak orang mengatakan bahwa cerita ini terlalu mengada-ada, tetapi tradisi lisan dari Lemba telah didukung oleh ilmu pengetahuan," katanya.
Carbon dating menunjukkan Ngoma yang akan hampir 700 tahun - cantik kuno, jika tidak setua cerita Alkitab akan menyarankan.
Tapi Prof Parfitt mengatakan ini adalah karena Ngoma itu digunakan dalam pertempuran, dan akan meledak dan dibangun kembali.
The Ngoma sekarang pada layar adalah replika, katanya, mungkin dibangun dari sisa-sisa yang asli.
"Jadi keturunan terdekat dari Ark yang kami ketahui," kata Parfitt Prof.
Maka banjak orang datang untuk melihat pembukaan dari Ngoma dan untuk menghadiri kuliah tentang identitas Lemba.
Untuk David Maramwidze, seorang tetua di desanya, penemuan Ngoma telah saat yang menentukan.
"Mendengar dari orang-orang profesor di Harare dan melihat Ngoma membuat jelas bahwa kita adalah orang-orang hebat dan saya sangat bangga," katanya.
"Saya mendengar tentang hal ini sepanjang hidup saya dan sulit bagiku untuk percaya, karena saya tidak tahu apa itu sebenarnya.
"Saya masih melihat gambar Ngoma dalam pikiran saya dan itu tidak akan pernah keluar dari otak saya. Sekarang kita ingin dikembalikan kepada orang-orang Lemba."

Nabi Muhammad: Mukhayriq Adalah Yahudi Terbaik

MADINAH (Berita SuaraMedia) – Terdapat banyak kisah yang jarang disampaikan oleh imam-imam kontemporer kepada jamaahnya. Salah satunya adalah kisah tentang Mukhayriq, seorang Rabi Yahudi dari Madinah.

Para imam dan penceramah Muslim telah ratusan kali menceritakan perang Uhud, salah satu pertempuran besar dalam hidup Nabi Muhammad, namun tidak pernah sekalipun terdengar tentang kisah Rabi Mukhayriq yang gugur dalam pertempuran itu melawan musuh-musuh Islam.

Mukhayriq, martir Yahudi pertama dalam Islam, adalah seorang yang kaya dan pemimpin suku Thalabah. Ia berjuang di sisi Nabi dalam perang Uhud 625 M, dan gugur di dalamnya. Hari itu adalah hari Sabtu. Rabi Mukhayriq berbicara kepada orang-orangnya dan meminta mereka untuk pergi bersamanya membantu Nabi. Orang-orang sukunya menolak dengan mengatakan bahwa itu adalah hari Sabbath. Mukhayriq menghukum mereka karena tidak memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang Sabbath dan mengumumkan kepada rakyatnya bahwa jika ia gugur dalam pertempuran maka seluruh kekayaannya akan diberikan kepada Nabi. Mukhayriq gugur dalam pertempuran melawan orang-orang Makkah. Dan ketika Nabi, yang terluka parah saat itu, diberitahu mengenai kematian Mukhayriq, ia mengatakan, "Ia adalah orang Yahudi yang terbaik."

Nabi mewarisi tujuh kebun dan bentuk-bentuk lain kekayaan dari Mukhayriq. Ia menggunakannya untuk membangun Wakaf pertama Islam. Dari Wakaf itulah Nabi membantu banyak orang miskin di Madinah.

Ketika Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah di tahun 622 ia menandatangani sebuah perjanjian dengan berbagai suku yang tinggal di dalam dan di sekitar Madinah. Banyak dari suku-suku itu yang telah memeluk agama Islam, beberapa lainnya penganut pagan dan Yahudi. Semuanya menandatangani perjanjian dengan Nabi yang disebut oleh para sejarawan sebagai Konstitusi Madinah. Negara Islam pertama, sebuah negara multiagama dan multisuku, yang didirikan oleh Nabi didasarkan pada kontrak sosial itu.

Menurut Ayat 2 Konstitusi, semua suku, yang merupakan penandatangan perjanjian, berada dalam satu negara (Ummah). Rakyat Mukhayriq juga merupakan penandatangan perjanjian itu dan memiliki kewajiban untuk bertempur di sisi Nabi sesuai Ayat 37 Konstitusi yang berbunyi, "Kaum Muslim dan Yahudi harus menanggung pengeluaran mereka masing-masing. Setiap dari mereka harus saling membantu melawan siapa pun yang menyerang rakyat yang tercantum dalam perjanjian ini."

Di satu sisi, Rabi Mukhayriq, seorang akademisi Yahudi yang terhormat di Madinah, hanyalah menjadi seorang warga negara yang baik dengan memenuhi isi kontrak sosial itu. Namun, kisahnya luar biasa, terutama bagi masa sekarang ketika dunia berjuang membangun jembatan antara berbagai komunitas agama. Loyalitas Mukhayriq, keberaniannya, pengorbanannya, dan kedermawanannya menjadi inspirasi.

Kisah Mukhayriq adalah sebuah kisah tentang kemampuan seorang individu untuk mengatasi perpecahan komunal dan berjuang untuk ide komunitas yang lebih inklusi. Ia memberikan nyawanya untuk mempertahankan ide itu. Ia adalah seorang Yahudi dan pahlawan sejati dalam cerita Islam dan kisahnya harus disampaikan berulang kali.

Jika para imam menyampaikan kisahnya kepada jamaah di Amerika dan tempat lain, mereka pasti akan berkontribusi untuk meningkatkan toleransi kaum Muslim terhadap orang lain. Terdapat banyak contoh kisah persaudaraan, toleransi, pengorbanan, dan kewarganegaraan yang baik dalam tradisi Islam yang memperkuat penopang etika Islam.

Indikator Seorang Berketurunan Yahudi

Sebagaimana suku-suku bangsa lainnya yang memiliki fam atau nama keluarga, sehingga mereka mampu mengenali apakah seseorang itu bagian dari lingkungan keluarganya taua bukan, demikian pula dengan orang-orang Yahudi. Walau mereka terserak di berbagai belahan dunia, namun dengan nama-nama keluarga yang ada di belakangnya, mereka bisa mengenali apakah seseorang itu Yahudi atau bukan (Ghoyeem).

Salah satu kelebihan Yahudi di banding suku-suku bangsa lainnya adalah memori mereka yang sangat kuat terhadap sejarah bangsanya sendiri. Mereka memiliki cara pandang, sistem kekerabatan, dan adat istiadat yang berbeda dengan orang-orang lain. Di banding golongan lain, mereka sangat menjaga ikatan darah mereka dengan leluhurnya. Sebab itu, salah satu caranya adalah dengan menyusun genealogy atau nama keluarga Yahudi seluruh dunia secara cermat, bahkan hal ini dimuat di dalam banyak situs, di antaranya www.jewishgen.org.

Yahudi merupakan suku bangsa yang menganut sistem kekeluargaan garis ibu alias Matriarhat, sebagaimana suku Minangkabau di Nusantara. Jadi, jika seseorang itu memiliki ayah seorang Yahudi namun ibunya bukan, maka secara adat, ia tidak diakui sebagai seorang Yahudi. Namun jika seseorang itu memiliki ibu berdarah Yahudi, sedang ayahnya bukan, maka dia diakui secara adat sebagai seorang Yahudi.

Yahudi tentu saja menutup-tutupi hal ini dan membuat tafsiran-tafsiran lain dengan tujuan agar orang-orang tertipu oleh mereka. Salah satu kepandaian mereka terletak pada seni manipulasi, di mana mereka membuat satu hal kedustaan namun di lain sisi mereka juga membuat satu sisi bantahannya.

Yahudi, Nenek Moyang Taliban?

Apakah Taliban yang sebagian besar elemen-elemennya tergabung ke suku Pashtun yang melakukan perlawanan terhadap pendudukan AS itu asalnya Yahudi? Pertanyaan yang tampaknya cukup aneh. Tapi Kementerian Luar Negeri Israel percaya bahwa pertanyaan itu layak diteliti.

Sementara itu para ahli Afghanistan menafikan asumsi itu. Mereka melihat itu sebagai hal yang tak lebih daripada mitos lantaran itu tidak ada dasar ilmiah untuk masalah ini dan lebih untuk tujuan-tujuan politik.
Deplu Israel sendiri telah mendanai sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti genetika asal India, Chaniz, yang saat ini sedang dalam sebuah kunjungan ke Israel guna membawa sampel genetik Suku Afridi di India dimana dari suku itulah Suku Pashtun berasal yaitu suku yang mewakili ras utama dari orang-orang Afghanistan. Sampel itu kemudian untuk dianalisis dan guna membuktikan apakah suku-suku Pashtun adalah keturunan dari Sepuluh Suku Yahudi hilang sejak sekitar 2.700 tahun yang lalu atau bukan? Demikian dilaporkan surat kabar Inggris The Guardian, Ahad (17/1), seperti disitat islamonline, Selasa (191).

Terkait laporan yang diterbitkan oleh The Guardian itu, pakar Afghanistan Habibullah Rafe dalam pernyataan eksklusifnya kepada situs BBC mengatakan, “Pashtun itu Bangsa Arya asli. Apa yang dikatakan mengenai asalnya itu dari anak-anak Israel itu sekadar teori yang didasarkan pada mitos-mitos populer. "
Dia melanjutkan, "Adapun mereka itu orang-orang Arya maka itu berdasarkan pada penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan Antropologi, benda-benda kuno, bahasa dan dialek yang mereka itu diangggap sebagai Bahasa Pashtun sebagai salah satu bahasa Bahasa Arya."
Amin Mujahid, seorang anggota Academy of Afghanistan menyetujui Rafee yang menilai teori dikaitkannya Pashtun dengan anak cucu Israel sebagai sesuatu yang tendensius, dan di balik itu untuk mencapai tujuan-tujuan politik, serta tidak memiliki dasar ilmiah.
Mencuatnya perhatian Israel terkait masalah ini bersamaan dengan menjelmanya Suku Pashtun sebagai pusat perlawanan terhadap kehadiran Amerika di Afghanistan dan Pakistan, di mana sebagian besar para pimpinan Taliban berasal dari Suku Pasthun.
Sementara terkait studi Chaniz ini diperkirakan akan memakan waktu 3 sampai 6 bulan, untuk memastikan apakah Suku Pashtun yang merupakan ras utama di Afghanistan dan Pakistan barat laut itu berasal dari suku Yahudi Efraim yang sudah punah itu.
Penelitian ini didasarkan atas asumsi bahwa Pashtun adalah keturunan dari suku Afridi di Uttar Pradesh India, dan dari sana Chaniz kemudian membawa sampel genetik dari beberapa anggota Suku Afridi untuk dianalisa dan diperbandingankan dengan sifat-sifat genetis dari suku-suku Yahudi yang hilang.
Selama berabad-abad, telah tersebar cerita-cerita Israel mengenai masalah ini, , tetapi tak satu pun dari itu dapat diverifikasi secara ilmiah.
Untuk diketahui, dari kelompok-kelompok etnis besar di dunia para ilmuwan antropologi Israel percaya bahwa etnis Pashtun atau Patton berasal dari keturunan salah satu dari sepuluh suku Israel yang hilang. Memang kadang-kadang isu itu terdengar di kalangan suku itu sendiri, tetapi itu tidak menunjukkan simpati yang kuat atau keinginan agar mereka berpindah ke Negara Israel yang didirikan di wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut versi Israel, Nabi Musa ketika ia keluar dari Mesir ikut bersamanya 12 suku-suku dari keturunan Bani Israel, di antaranya Suku Benjamin, Rabin, Lewi, Yehuda, Gad, Asyer, Zebulon, Saar, Yusuf, Naftali, Daan, Shimon, lalu dua di antara suku itu bermukim di selatan Palestina, sementara sepuluh sisanya yang menghuni sebelah utara Palestina, mereka itu berpencar dan bermigrasi ke tempat-tempat lain. Riwayat lainnya menyebutkan, sepuluh suku-suku itu dibuang setelah orang-orang Asyur yang berhasil menaklukkan sepuluh suku Yahudi yang hilang.
Kemudian diyakini bahwa sepuluh suku yang hilang itu tersebar di seluruh daerah yang dikenal di zaman modern sekarang dengan nama utara Irak dan Afghanistan, dan dari sanalah kemungkinan dan premis itu menguat.(milyas/iol)

Analisa Suku Bangsa Kontroversi, yakni Yahudi

Ini adalah analisa saya mengenai suku bangsa yang penuh kontroversi, yakni suku Yahudi. Alasan mengapa saya menganalisa suku yahudi adalah karena pendiri Google adalah keturunan yahudi, dan saya ngefans banget dengan google. Google adalah salah satu sumber informasi elektronik terbesar sedunia!!! Google, dari semua untuk semua!!! Saya rasa Google adalah salah satu media paling bermanfaat sedunia. Selain google, hasil dari pemikiran yahudi yang booming contohnya : microsoft, facebook, dll.

Yahudi.. yahudi yang dimaksud disini adalah suku, bukan semata mata bangsa israel, namun suku yang telah menyebar dan melanglang buana ke seluruh penjuru bumi. Entah mengapa, dari semua suku yang tersebar mereka memiliki sifat positif yang hampir sama, yakni gemar mengedepankan dan memanfaatkan otak. Artinya suku yahudi bukanlah orang orang yang hanya menginginkan kekayaan harta, namun yang pasti mereka adalah orang orang yang gemar belajar sehingga mereka merasa kaya ilmu. Di israel ada daerah miskin(bukti bahwa tidak semua yahudi kaya), memiliki keunikan dimana mereka yang rata rata penduduk miskin, namun untuk masalah IQ tidak kalah dengan orang yang berpendidikan untuk usia yang sama jika dibandingkan dengan suku non yahudi.

Dalam Al Quran, telah disebutkan bahwa suku yahudi telah diberkati kecerdasan alami oleh Tuhan. Kecerdasan yang mereka dapatkan sebenarnya bukan karena apa yang mereka makan, bukan karena gizi saat ibu melahirkan, namun karena DNA. Tentang metode pembelajaran dan metode lain suku yahudi yang dapat membuat mereka cerdas hanyalah sebagai sarana dan pemoles ketrampilan serta sarana penjurusan ilmu agar mereka dapat menjadi orang yang tepat di tempat yang layak.

Dalam kehidupan keseharian, seorang yahudi lebih menggunakan rasio dan logika manusiawi dalam menjalankan kegiatan serta menilai hasil karya dan menilai individu lain. Rasio dan logika akan menimbulkan sifat dan sikap ingin menyempurnakan jika ada yang kurang, dan ingin berinovasi jika sistem yang sebelumnya telah sempurna. Ada 2 tipe pembelajaran, yang pertama yakni dari membaca pengalaman orang lain kemudian dipraktikan, kemudian yang kedua melihat, mengamati, menyimpulkan, mencari celah, kemudian mencoba merevisi. Bentuk dari aktifitasnya adalah langsung menuju ke otak, kemudian dirasiokan oleh otak dalam bentuk sebuah jalan keluar yang positif. Karena tidak terlalu menyukai hal hal yang standar, mereka mencoba berinovasi sehingga menghasilkan sesuatu yang beda dengan yang lain. Hasil karya yang terbaik dan berbeda, itulah kebahagiaan menurut yahudi. Jika seorang yahudi adalah seniman, maka dia ingin seninya dikagumi banyak orang, jika dia seorang pengajar akademisi maka dia ingin menjadi orang yang dapat mendidik banyak orang sukses, jika CEO maka dia ingin apa yang telah diusahakanya benar benar profitable, dll. Inilah sisi positif suku yahudi, mereka selalu berusaha baik kepada setiap orang, cinta damai, suka dengan kenyamanan, mereka selalu membimbing semua orang agar tidak terjerumus, mereka logis, mereka sensitif dan tanggap, mereka nalar, mereka juga menjunjung nilai nilai keTuhanan, kemudian mereka juga diberkati tingkat kesabaran yang tinggi.
Diatas adalah sisi positif dari keturunan suku yahudi, kemudian berikut ini adalah sisi lain dari yahudi yang cukup buruk dan bahkan amat buruk, yakni : ketika yahudi kehilangan kesabaranya, mereka sabar karena mereka memaklumi seraya berkeyakinan Tuhan pasti akan membalasnya, namun saat bersabar malah masih ditempa oleh rival masalah yang amat mengusik sisi kenyamanan. Maka berikutnya pasti si yahudi akan membasmi “tanpa pandang bulu” sosok yang membuat mereka tidak nyaman, jika ada pelindung sosok tersebut, yahudi akan menganggap pelindung sosok juga sebagai sasaran pembasmian. Pembasmian terhadap sosok dimaksudkan agar sosok tersebut mengaku bersalah atas apa yang dilakukan selama ini. Yahudi menilai semua hal yang mereka lakukan entah itu tanpa pandang bulu (membabibuta) adalah untuk pesan moral, tidak lebih(bukan materi, atau sisi duniawi lain).

Suku yahudi memang logis, rasional dan manusiawi, namun setiap individu memiliki tingkat logis, rasional dan manusiawi sendiri sendiri, masing masing diantara mereka memiliki sifat individualisme yang berbeda. Misal ada 2 yahudi di blok yang berbeda dengan 1 bidang usaha yang sama, maka mereka tetap akan bersaing hantam hantaman untuk menjadi yang terbaik di bidangnya. Jika keduanya telah menjadi juara dan runner up, persaingan 2 blok tersebut dapat mengakibatkan bidang tersebut tidak akan dapat terkejar oleh blok yang 3, alias perkembangan pesaing akan menuai keterlambatan.
Yahudi memiliki sifat perfeksionisme yang kental, dimana mereka ingin segala hal yang dipandangnya terlihat sempurna secara rasional. Hal seperti ini umumnya susah diterima oleh pihak pihak lain, hal seperti inilah yang membuat yahudi dibenci, mereka minoritas namun mereka punya keyakinan akan sebuah perubahan yang pihak pihak lain menganggapnya mustahil.

Tahukah anda? bahwa setiap anda menggunakan facebook mobile atau jika tidak anda menggunakan browser komputer kemudian tidak mengklik iklan maka sesungguhnya anda telah disumbang oleh pihak facebook.
Tahukah anda? bahwa setiap website termasuk facebook membutuhkan hosting & bandwith yang harganya bukan main mahalnya(untuk website sekelas facebook). Apakah selama ini anda membayar kepada facebook? Anda tidak pernah membayar, bagaimana Mark bisa bertengger di urutan Orang Terkaya Termuda seDunia??
Mengapa Bill Gates melunakkan pembajakan Microsoft?
Tahukah anda ternyata Google selain sebagai sumber informasi terbesar di dunia juga merupakan tempat untuk memperoleh sumber penghasilan yang terbaik di dunia?
Tahukah alasan mengapa Gus Dur sangat favorit di Indonesia padahal beliau kontroversional?

Israel Berencana Pulangkan 'Suku Yahudi Hilang' dari India

Israel Berencana Pulangkan 'Suku Yahudi Hilang' dari India
NAZARETH (voa-islam.com): Pemerintah Israel dilaporkan secara diam-diam menyetujui jalur cepat imigrasi (pemulangan) dari 7.000 suku yang dianggap "Yahudi hilang" , mereka dikenal sebagai Bnei Menashe, saat ini tinggal di daerah terpencil di India.

Rencananya, "orang-orang hilang Yahudi" akan dibawa ke Israel dalam waktu dua tahun oleh organisasi sayap kanan dan organisasi keagamaan, mereka akan ditempatkan di pemukiman Tepi Barat dalam upaya untuk menggagalkan kesepakatan Israel parsial yang akan membekukan sementara pertumbuhan pemukiman.

Bnei Menashe adalah salah satu dari 10 suku Yahudi yang hilang, mereka seharusnya diasingkan dari Timur Tengah 2.700 tahun yang lalu.
Sebuah usaha sebelumnya pernah dilakukan untuk membawa Bnei Menashe ke Israel namun dihentikan pada tahun 2003 oleh Avraham Poraz, menteri dalam negeri pada waktu itu, pada saat itu sebagian besar dari 1.500 imigran yang telah tiba tersebut dibawa ke permukiman ekstremis, termasuk di Jalur Gaza dan Hebron, kota besar Palestina di Tepi Barat.

Dror Etkes, yang memantau pertumbuhan pemukiman Yesh Din, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel, mengatakan ada alasan kuat untuk mencurigai bahwa beberapa suku Bnei Menashe yang baru akan ditempatkan di pemukiman ini juga.

"Ada kepentingan bersama yang bisa dieksploitasi di sini," katanya. "Bnei Menashe mendapatkan bantuan untuk membuat Aliyah [imigrasi] sementara pemukiman mendapatkan banyak pendatang baru untuk meningkatkan jumlah mereka, termasuk di pemukiman yang dekat dengan daerah-daerah Palestina di mana kebanyakan orang Israel tidak mau berusaha."

Keputusan pemerintah ini dibocorkan oleh situs terbesar Israel Ynet bulan ini, bahwa Bnei Menashe adalah salah satu dari 10 suku Yahudi yang hilang, mereka seharusnya diasingkan dari Timur Tengah 2.700 tahun yang lalu.

Shlomo Amar, salah satu dari dua kepala Rabi Yahudi Israel memerintahkan sebuah tim dari para rabi untuk pergi ke timur laut India untuk mulai mempersiapkan Bnei Menashe yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang-orang Yahudi untuk segara pindah ke aliran ketat Yudaisme, Ortodoks, sehingga mereka akan memenuhi syarat untuk berimigrasi ke Israel di bawah Hukum Kembali.

Bnei Menashe yang merupakan bagian dari kelompok etnis yang disebut Shinlung, terdiri lebih dari satu juta dan tinggal terutama di negara bagian Manipur dan Mizoram, dekat perbatasan dengan Myanmar. Mereka dikonversi dari animisme ke Kristen oleh misionaris Inggris satu abad yang lalu, tetapi sejumlah kecil mengklaim tetap berhubungan ke Yudaisme kuno.

Rupanya Israel serius akan membanjiri wilayah pendudukan Palestina dengan para Yahudi yang saat ini tersebar di seluruh dunia. Bisa jadi keturunan-keturunan Yahudi itu ada di sekitar kita saat ini.

Yahudi Sekarang Bukan Keturunan Abraham

Klaim kepemilikan atas tanah Palestina oleh bangsa Yahudi berdasarkan berita kitab suci Taurat dan Talmud adalah merupakan klaim sepihak dengan tidak melihat garis keturunan mereka. Bangsa Yahudi yang berdatangan dari negara-negara di Eropa Timur, Jerman, Belanda, Spanyol, Portugal, Timur Tengah dan Asia Tengah ke tanah Palestina setelah Perang Dunia II secara genealogi bukanlah keturunan Abraham atau Nabi Ibrahim As. yang mempunyai anak bernama Ishak As. dan kemudian mempunyai anak Yaqub As (Israil) yang menurunkan bangsa bani Israil (anak-anak Israil/Yaqub).

Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah tim arkeologi Rusia yang pada tanggal 30 Juli 2005 melakukan penggalian arkeologi dari abad ke-11 dan 12 berupa bangunan pondok yang dibuat dari batu bata dibakar di Itil, kota Silk Road, yang dulunya merupakan ibu kota Khazar, dekat Astrakha sekitar 800 mil (1280 km) sebelah selatan Moscow, Khazar didirikan sebagai negara feodal pertama di Eropa timur.

Menurut e-mail Kevin Brook, seorang pengarang Amerika dengan buku berjudul “Yahudi dan Khazaria” yang melaporkan bahwa ia sudah mengikuti penggalian di kota Itil menggali selama bertahun-tahun, namun demikian penggalian itu tidak ada menemukan sedikitpun artefak-artefak Yahudi, "Sekarang aku yakin seperti juga seluruh tim arkeologis lainnya bahwa mereka sudah benar-benar menemukan kota yang sudah sangat lama hilang."

Dmitry Vasilyev, seorang pakar arkeologi Rusia yang juga professor dari Astrakhan State University, mengatakan bahwa dia sudah menemukan ibukota kerajaan Khazar yang hilang, sebuah negara kuat di abad pertengahan yang kekuasaannya meliputi pantai-pantai utara dari Laut Hitam hingga Asia Tengah dan para pemimpinnya mengadopsi Judaisme (agama Yahudi) sebagai agama negara. Bangsa Khazar adalah bangsa yang tangguh yang mengadopsi agama Judaisme (agama Yahudi) sebagai agama resmi negara lebih dari 1.000 tahun yang lalu, hanya untuk menghilangkan jejak kecil yang ditinggalkan oleh kebudayaannya.

Khazar adalah anak suku dari bangsa Turkic yang menjelajahi padang rumput dari China Utara ke Laut Hitam. Di antara abad ke-7 dan 10 mereka menaklukkan wilayah luas yang meliputi selatan Rusia dan Ukraine sekarang, termasuk pegunungan Caucasus hingga Asia Tengah sampai Laut Aral.

Dinasti dan kebangsawanan para Khazar itu yang kemudian dikonversi menjadi Judaisme di abad ke-8 atau 9. Vasilyev berkata jumlah yang terbatas dari artifak keagamaan Yahudi seperti mezuzas dan Bintang Daud yang ditemukan pada lokasi-lokasi Khazar yang lain membuktikan bahwa orang-orang Khazars pada umumnya atau rakyat jelatanya lebih menyukai kepercayaan-kepercayaan tradisional seperti shamanism, atau agama-agama yang baru diperkenalkan termasuk Islam.

Yevgeny Satanovsky, direktur Middle Eastern Institute (Institut Timur Tengah) di Moscow percaya bahwa kalangan elite dari kerajaan Khazar memilih Judaisme di luar kerangka politis - untuk tetap tidak terikat dengan negara Muslim dan Kristen yang menjadi tetangganya. Mereka memeluk Judaisme karena mereka ingin tetap netral, seperti Switzerland sekarang ini.

Secara khusus orang-orang Khazar menentang perpindahan bangsa Arab ke pegunungan Caucasus dan berperan sebagai penolong bagi bangsa Eropa atas desakan Muslim dari timur. Ia membandingkan peran bangsa Khazar di Eropa timur seperti para bangsawan Prancis yang mengalahkan tentara Arab di peperangan Tours di Prancis tahun 732.

Khazars berhasil membendung serbuan Arab, tapi kemudian dalam perluasan negara, Rusia berhasil menaklukkan kerajaan Khazar di akhir abad ke-10. Syair-syair kepahlawanan (epik) bangsa Rusia di abad pertengahan menyebutkan perihal perkelahian para pejuang Rusia dengan para "Raksasa Yahudi."

Dilihat dari segi etnik, Yahudi Ashkenazi adalah satu jalur keluarga yang dapat ditelusuri sampai kepada Bangsa Yahudi dari Eropa Tengah dan Timur. Untuk perkiraan kasar selama seribu tahun, Ashkenazim itu adalah sebuah populasi reproduktif yang diasingkan di Eropa, meskipun tinggal di banyak negara, dengan sedikit arus migrasi masuk dan keluar, konversi, atau perkawinan campuran dengan golongan lain, termasuk Yahudi yang lain. Pakar genetik manusia sudah mengenali variasi genetik di mana terdapat frekwensi yang tinggi di antara Yahudi Ashkenazi, tetapi bukan di dalam populasi orang Eropa pada umumnya.

Suatu studi oleh Mikhael Seldin, seorang pakar genetika dari Sekolah Kedokteran Davis, Universitas California, menemukan dengan jelas bahwa Yahudi Ashkenazi merupakan subgrup genetik homogen yang relatif. Yang menarik, dengan mengabaikan tempat dari asal-muasalnya, Yahudi Ashkenazi dapat dikelompokkan di dalam kelompok genetik yang sama - dengan mengabaikan apakah seorang nenek moyang Yahudi Ashkenazi datang dari Polandia, Rusia, Hungaria, Lituania, atau tempat lain di manapun dengan suatu populasi historis Yahudi, mereka termasuk ke dalam kelompok etnik yang sama.

Dari perkiraan 88 juta orang Yahudi yang tinggal di Eropa pada awal Perang Dunia II, mayoritas terdiri dari Yahudi Ashkenazi, sekitar 6 juta – atau lebih dari dua pertiga – yang secara sistematis dibunuh di dalam Holocaust. Ini termasuk 3 juta dari 3,3 juta Yahudi di Polandia (91%), 900.000 dari 11 juta Yahudi di Ukraine (82%) dan 50-90% dari Bangsa Yahudi di negara-negara Slavic lainnya, Jerman, Prancis, Hungaria, dan negara-negara Baltic. Komunitas Yahudi Sephardi (berasal dari Spanyol dan Portugal) menderita karena mengalami pemusnahan yang serupa di beberapa negara, termasuk Yunani, Belanda dan Yugoslavia. Banyak dari Yahudi Ashkenazi yang menyelamatkan diri dengan berpindah ke luar negeri seperti Israel (tanah Palestina), Australia, dan Amerika Serikat setelah peperangan.

Dewasa ini, Yahudi Ashkenazi melembagakan diri sebagai kelompok yang paling besar di antara Yahudi, tetapi merupakan minoritas kecil dari Yahudi Israel (lihat Demographics dari Israel). Bagaimanapun, mereka sudah memainkan suatu peran yang terkemuka di dalam ekonomi, media, dan politik di Israel karena perannya dalam pendirian negara Israel. Ketegangan-ketegangan kadang-kadang muncul di antara Yahudi yang tradisional dari Timur Tengah (Sephardim dan Mizrahim) dan kelompok Yahudi Ashkenazim dari Eropa yang mendirikan negara Israel. Kemudian imigran dari kelompok non ashkenazi yang datang belakangan kadang-kadang mengakui bahwa mereka mengalami diskriminasi di bidang pendidikan, kesempatan kerja atau penghasilan, perumahan dan di bidang-bidang lainnya.

Jadi para pendiri negara Israel sebagai negara Zionis yang modern bukanlah Semitic keturunan dari Abraham, Ishak dan Yakub akan tetapi adalah kelompok etnik dari Eropa bagian Timur yang mengkonversi diri mereka menjadi Judaisme di Abad Pertengahan. Mereka ini - yang terlibat dalam pembentukan negara Zionis Israel – ternyata tidak pernah tinggal di Palestina sebelum mereka datang di tahun 1947, jadi tidak berhak mengakui tanah Palestina sebagai warisan leluhurnya. Orang Arab Palestina, Yahudi dan orang-orang Kristen yang merupakan penduduk asli di Palestina telah hidup tenang bersama-sama untuk selama berabad-abad sebelum akhirnya bangsa Yahudi Ashkenazim dari Eropa mengambil alih Palestina atas mandat PBB di tahun 1947.

Potret Seorang Etnis Keturunan Yahudi di Surabaya

Agresi militer Israel ke Palestina yang disertai gelombang demonstrasi anti-Yahudi di Indonesia membuat etnis Israel di Surabaya merasa was-was. Jika selama ini mereka sengaja menutupi identitas, kini mereka semakin menghindari hal-hal yang berpretensi memunculkan identitas mereka.
Sebagai kota besar dan multikultur yang dihuni beragam etnis, Surabaya tak lepas dari migrasi etnis-etnis dari luar kota maupun mancanegara. Salah satu etnis pendatang yang dimaksud adalah etnis Israel, atau lebih dikenal Bani Israel dan atau Yahudi. Berdasarkan investigasi Surabaya Post, diketahui sedikitnya terdapat 20 etnis Israel, termasuk keturunannya. Etnis yang identik dengan agama Yahudi tersebut bermigrasi sejak jaman kolonial Belanda dan menetap hingga kini.
“Nenekku asli Yahudi. Sebelum di sini ia ada di Baghdad,” kisah Haddasah, bukan nama sebenarnya, generasi ketiga etnis Israel bermarga Barr yang tinggal di Surabaya. Menurut Hadassah, neneknya bermigrasi dari Baghdad sesaat sebelum terjadi Perang Dunia II ketika sentimen anti-Yahudi merebak ke hampir seluruh benua.
“Nenek bersama saudara-saudaranya pergi ke Indonesia, tepatnya di Manado. Aku gak tahu kenapa, tapi ceritanya begitu,” lanjutnya. Dari Sulawesi, etnis tersebut pindah ke Surabaya dan tinggal di kawasan Pasar Besar.
“Nenek tidak bisa bahasa Indonesia. Sehari-hari memakai bahasa Israel (Ibrani, red) atau paling tidak bahasa Belanda,” ujarnya. Di masa kolonial Belanda, etnis Israel diperlakukan sebagai ekspatriat sehingga mendapat jaminan keamanan dan dana dari pemerintahan Hindia-Belanda. Itulah mengapa, lanjut Hadassah, neneknya lebih mampu berbahasa Belanda daripada bahasa Indonesia.
Hadassah menyebutkan setidaknya terdapat dua keluarga, yakni etnis Israel bermarga Barr dan Seyer yang tinggal di Surabaya. Meski begitu, tidak semua etnis Israel mencantumkan marga tersebut dalam Kartu Tanda Penduduk.
“Mereka lebih suka memasang marga dari pasangannya, atau tidak sama sekali,” lanjutnya. Sedikitnya jumlah etnis Israel di Surabaya membuat mereka melakukan perkawinan beda etnis. Karena itulah sistem kekerabatan beralih mengikuti pihak laki-laki. Marga baru bisa diketahui saat etnis tersebut meninggal dunia. Dari hasil investigasi di makam Yahudi di Kembang Kuning, didapat sejumlah marga seperti Seyer, Barr, Benjamin, Solomon, dan lain sebagainya. Di petak kecil itu juga nenek Hadassah dimakamkan bersama lima puluh etnis Israel-Yahudi lainnya.
“Sebenarnya Yahudi ama Islam tuh banyak kesamaannya. Makamnya harus menghadap kiblat dan dibungkus dengan kain kafan. Kalau muslim disemayamkan di masjid, nenekku dulu di Sinagogue,” kisahnya.
Praktik keagamaan yang mirip Islam itu tidak pernah dikenal publik. Etnis Yahudi di Surabaya sangat tertutup dan sengaja menghindari publikasi atau hal-hal yang membuat keberadaannya terusik. Hadassah membenarkan hal tersebut.
“Karena minoritas ya,” ujarnya.
Hadassah merupakan putri dari pasangan Jawa-Yahudi yang dibesarkan dalam kultur Jawa. Ibunya adalah seorang Yahudi asli. Sekilas, orang yang melihat tak akan menyangka ia keturunan Yahudi. Parasnya seperti gadis blasteran Arab. Namun jika orang mengerti makna atau asal namanya, pasti mengerti ia bukan keturunan Arab.
“Namaku (asli, red) memang terdengar aneh. Itu nama seorang pujangga Yahudi. Tapi pujangga Yahudi yang mana, abad berapa, aku nggak ngerti,” ujarnya.
Meskipun mempunyai ibu seorang Yahudi, Hadassah mengaku dibesarkan dalam kultur Jawa. Ayahnya membatasi dia dan saudara-saudaranya untuk seminimal mungkin mengenal kultur Yahudi.
“Dari kecil terdoktrin aku itu orang Jawa. Dan ayahku bilang budaya mereka (Yahudi, red) itu ga ada bagus-bagusnya. Itu terdoktrin ke aku juga,” ujar alumni salah satu Universitas Negeri terpandang di Surabaya itu. “Pas ada perang-perang gitu, ayahku pasti bilang, tuh lihat Israel, Yahudi, orangnya jahat-jahat. Kalau sudah begitu mamaku pasti bilang, lha mau bagaimana lagi, bukan mauku juga jadi orang Yahudi,” lanjutnya sambil tersenyum.
Hadassah mengisahkan saat kanak-kanak dirinya memiliki perbedaan fisik di antara teman-temannya. Rambutnya kemerahan, alis tebal membingkai matanya yang berwarna coklat, dan kulitnya tak lazim bagi anak Jawa.
“Saat SMP aku dipanggil bucep, bule cepak,” katanya.
Wajahnya yang khas membuat orang yang berkenalan dengannya ingin mengetahui asalnya. Apalagi nama Hadassah juga mengundang orang bertanya lebih lanjut.
“Waktu aku kecil, misalnya. Kalau kebetulan aku lagi ke mall, ada yang tanya namanya siapa, kok namanya aneh, orang mana? Ayahku langsung nyela, orang Jawa kok. Hal-hal kecil, tapi cukup baguslah untuk mendoktrin bahwa aku tidak ada keturunan Yahudi.”
Hadassah kecil tak sempat tahu apa yang dimaksud Yahudi. Ia hanya mengenal beberapa tradisi Yahudi dari ibunya.
“Ada kebiasaan-kebiasaan kita harus menaruh air seni kita di wajah. Soalnya mama dulu begitu. Tapi aku tidak mau,” tuturnya. Ibunya berkata hal itu wajib bagi setiap wanita Yahudi. “Mama bilang itu namanya mencium bumi. Tapi nggaklah, tidak ada logisnya buat sehari-hari,” lanjutnya.
Secara kultural, Hadassah dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Budaya ayahnya yang seorang Jawa mengharuskan ia mengkuti garis kekerabatan pihak ayah (patrilineal); sedangkan sistem kekerabatan Israel mengharuskan ia mengikuti garis ibu (matrilineal). Hadassah mengaku tidak mau ambil pusing dengan keadaan itu.
“Aku lebih suka jadi orang Jawa, meskipun sebenarnya gak bisa begitu juga, soalnya ibuku Israel,” ucapnya.
Dalam keagamaan, Hadassah dididik muslim oleh ayahnya. Meski begitu, ia juga sering diajak oleh mamanya di sebuah gereja Yahudi di Surabaya. Hal itu membuat ia merasakan konflik batin, terutama saat ia menginjak SMU.
“Aku tuh milih Islam itu proses. Nggak gampang sih. Ibuku non, kemudian ayahku yang muslim. Pasti ada kegamangan tertentu. Semakin besar itu SMA. Saat itu mulai aku sadar, apa yang harus aku pilih.”
“Kenapa Islam, karena aku merasa nyaman di situ,” jelasnya.
Hadassah juga menceritakan pengalamannya bertemu dengan komunitas agama Yahudi di Surabaya. Ia mengaku kaget banyak pemeluk agama Yahudi justru bukan dari etnis Israel melainkan Jawa.
“Sebel juga waktu mereka bilang, kita yang bukan yahudi saja rajin berdoa di hari sabath, kenapa mbak yang Yahudi asli ga pernah. Eh, itu kan pilihanku juga..” ujarnya. Hadassah menjelaskan bahwa tidak semua etnis Israel yang ada di Surabaya memeluk agama Yahudi. Sebagian besar memeluk Nasrani atau Islam.
“Yang masih Yahudi itu tante, yang mengurus Sinagogue di Jalan Kayun,” ujarnya.
Ditanya pendapatnya tentang banyaknya demonstrasi anti-Yahudi, Hadassah mengaku cukup was-was. Ia juga mengatakan kerabat dari pihak ibu memilih lebih berhati-hati, terutama saat doa sabath. Ia tak ingin kejadian yang dialami oleh Sarah, tantenya, turut menimpa dirinya.
“Tante Sarah yang di Sinagogue pernah dilempari batu dan rumahnya diancam akan dibakar,” ujarnya.
Karena itulah ayahnya selalu mengingatkan dia agar tidak membuka identitas Israelnya.
“Tuh lihat orang Yahudi. Kalau di luar, jangan bilang kamu orang Yahudi. Jadi seperti apa kamu nanti,” kisahnya.
Hingga kini, Hadassah yang bekerja di sebuah perusahaan asing itu mengaku masih menutupi identitas Israelnya. Setiap berkenalan dengan orang, ia tidak pernah mengatakan identitas dari pihak ibu itu.
“Melihat mukaku, banyak yang menebak aku orang Arab atau Pakistan. Aku cuma bilang aku orang Jawa. Bagiku itu sudah cukup. Aku nggak mau ribet,” pungkasnya.
Tidak terdata
Kecuali dalam buku “Masuk Kampung Keluar Kampung” tulisan Akhudiat yang sedikit menyebut komunitas etnis Yahudi di Surabaya, sulit menemukan informasi mengenai komunitas tersebut di Surabaya. Beberapa situs seperti Synagogue di jalan Kayun serta makam Yahudi di Kembang Kuning juga tidak memberikan keterangan apapun selain bukti bahwa mereka “pernah ada” yang ternyata memang “masih ada”. Investigasi Surabaya Post ke beberapa Universitas yang memiliki program studi sejarah juga tidak mendapat data signifikan terkait diaspora, interaksi sosial, dan perkembangan etnis Israel di Surabaya. Etnis Israel tak tertera dalam peta sosio-kultural Surabaya, meskipun mereka sesungguhnya ada sejak masa kolonial Belanda.
Dosen Sastra Timur Tengah Fakultas Ilmu Budaya Unair, Mochamad Ali, S.S., M.A.Min mengatakan, tidak menembus komunitas etnis Israel dan agama Yahudi di Surabaya.
“Mereka sangat tertutup. Sangat eksklusif,” ujarnya. Dosen yang berguru bahasa Ibrani pada salah satu etnis Israel di Surabaya dan menulis penelitian Melacak bahasa dan asal emigrasi Yahudi di Indonesia: Sebuah kajian naskah Ibrani‘Berkhot syemayim’ itu mengatakan masyarakat harusnya lebih dulu mengerti tentang Yahudi sebelum memberi penilaian. Terlebih saat isu Yahudi merebak bersama perang Gaza akhir-akhir ini.
“Yahudi itu meliputi tiga aspek. Yahudi sebagai agama, etnis, dan politik,” ujarnya. “Tidak semua yang Yahudi itu Zionis. Bahkan, di Amerika pun ada Yahudi yang muslim,” lanjutnya. Di Surabaya, pada khsusnya, dan Indonesia pada umumnya, lanjut Pak Ali, masyarakat belum sampai pada pemahaman seperti itu.
“Yang pasti, kita semua ingin damai, dan tidak ada kekerasan,” pungkasnya.

Minggu, 10 Januari 2010

Sejarah Cikal Bakal Ideologi Zionisme Modern

Ideologi Zionisme Modern berakar pada pemikiran seorang Yahudi Mesiah palsu bernama Sabbatai Zevi dalam abad ke-17, ia mengklaim dirinya sebagai juru selamat Yahudi yang dijanjikan, ia datang untuk mendirikan kerajaan Yahudi di tanah yang dijanjikan di Palestina.
Zevi adalah seorang tokoh yang sangat kontroversial, dia tidak hanya menolak Talmud tetapi memerintahkan untuk melakukan apa yang bertentangan dengan perintah Tuhan di dalam Talmud. “Dosa” dan “kesalahan” tidak ada lagi dan segala sesuatu serta apa pun diperbolehkan, perintah-perintah Tuhan di dalam Taurat sekarang dibatalkan, karena neurut Zvi, zaman mesiah telah tiba dan dialah orangnya yang akan melakukan penyelamatan terhadap mereka.
Sebagaimana ditulis oleh Jerry Rabow dalam bukunya berjudul “50 Jewish Messias” diterbitkan oleh Gefen di Jerusalem, (sumber Barry Chamish): “Melalui semua ini, Shabbatai Zevi terus mengeluarkan pernyataan mengenai perubahan teologis yang dilakukannya sehubungan dengan kedatangan zaman messiah. Kebaktian baru Shabbatai adalah, ‘Pujian kepada-Nya yang membolehkan yang terlarang.”

Ketika segala sesuatu akan diizinkan pada zaman messiah, Shabbatai mengumumkan bahwa banyak dari pembatasan-pembatasan sebelumnya dalam Taurat tidak lagi diterapkan lagi. Dia menghapuskan hukum mengenai hubungan seksual. Dia secepatnya mengumumkan bahwa sejumlah tigapuluh enam jenis dosa utama yang dimuat dalam kitab Bibel saat ini diizinkan dan memerintahkan sebagian dari pengikut-pengikutnya bahwa adalah tugas mereka untuk melakukan beberapa dosa dalam rangka untuk mempercepat penyelamatan “Zevi atau Zvi adalah seorang kabbalis dan okultis yang menipu sebagian besar Yahudi pada waktu itu dan yang datang kemudian. Dia dilahirkan pada tanggal 9 Agustus 1626, di Smyrna, Turki. Pada tahun 1666 dia pindah agama dan memeluk Islam bersama-sama dengan sebagian dari pengikut-pengikutnya dan mengganti namanya dengan Aziz Mehemet.
Sebagian besar Yahudi dikecewakan dengan tindakannya ini, akan tetapi dia mengatakan kepada mereka bahwa dia harus menjadi Muslim dalam rangka untuk memurtadkan orang-orang Muslim mengajaknya kedalam agama Yahudi, namun sebaliknya, kepada Sultan dan orang-orang Turki menceritakan bahwa dia harus tetap melakukan hubungan yang erat dengan Yahudi dalam rangka untuk memurtadkan Yahudi dan mengajaknya masuk kedalam agama Islam. Dengan demikian Zevi bebas untuk pergi kemanapun dan melakukan apapun yang ia sukainya.Shabbatai Zvi, Nathan Ghazzati sang nabi dan Jacob FrankPerihal Zevi diungkapkan kepada orang-orang Turki oleh mesiah Yahudi lain dari Polandia. Zevi menyatakan kepada mesiah dari Polandia mengenai nubuwatan yang diberikan oleh orang kepercayaannya, Nathan Ghazzati sang nabi, bahwa Zevi ditakdirkan untuk menjadi penguasa Kekaisaran Ottoman. Akibatnya, Zevi diasingkan ke sebuah desa kecil di Albania dimana disana ia mati. Akan tetapi para pengikut Shabbatai sungguh kemudian menjadi penguasa sebenarnya di Turki modern, sekalipun hanya melalui cara halus yang tidak nampak.Pengaruh Zevi di antara Yahudi tidak hilang dengan kematiannya, banyak orang Yahudi mempercayai si jago tipu-muslihat ini yang menghalalkan tipu-daya sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuannya. Kemudian. seorang rabbi ekstrem bernama Rebbe Berechiah menggantikan peran Zevi dan mengambil-alih gerakan Shabbataisme.Barry Chamish dalam sebuah artikelnya berjudul “Deutsch Devils,” (Desember 31, 2003), dalam situsnya (barryChamish.com) mengatakan bahwa “para pengikut Shabbatai melanjutkan kehidupan kelompok mereka dengan sembunyi-sembunyi di dalam sebuah sekte Donmeh di Turki, kegiatan mereka berlanjut sampai dengan hari ini, sebagaimana dilaporkan secara ekstensif pada tahun ini, bahkan dilaporkan pula oleh the Jerusalem Post. Salah seorang pengikut Donmeh adalah Jacob Frank (1726-1726), yang akan mentransformasikan Eropa dan dunia ke dalam sebuah neraka Shabbataian, setidaknya setelah satu abad kemudian.”Jakob Frank kemudian menggantikan Rebbe Berechiah dan dalam abad kedelapan belas membawa ideologi Donmeh ke Eropa. Dia membuat sebuah persekutuan di dekat Frankfurt, Jerman, dengan seorang Jesuit bernama Adam Weishaupt dan kerajaan Rothschild. (Adam Weishaupt adalah pendiri Illuminati dan perampas kekuasaan atas loji-loji Freemasonic di seluruh dunia, khususnya loji-loji di Inggris serta Scotlandia).Barry Chamish, di dalam artikel tersebut di atas, ia mengutip ucapan Rabbi Antelman yang menjelaskan didalam bukunya ” To Eliminate the Opiate: ” bahwa “Sebuah gerakan yang sepenuhnya pengikut setan saat ini sedang memegang peran”. Tujuan Jesuit adalah menghancurkan agama Reformasi Protestan yang mendorong dikembalikannya kedudukan seorang paus yang diberikan kewenangan penuh untuk menghakimi terhadap seluruh umat manusia.
Sedangkan tujuan keluarga Rothschild adalah untuk melakukan kontrol terhadap kekayaan dunia. Sementara visi Frankist adalah membinasakan etika Yahudi untuk menggantikannya dengan sebuah agama yang benar-benar bertentangan dengan kehendak Tuhan atau [Setanisme kelas atas]. Ketika fraksi ini bersatu, meletuslah peperangan demi peperangan berdarah melawan kemanusiaan, dengan Yahudi di garis terdepan”Dalam sebuah buku berjudul “The Messianic Idea in Judaism” ditulis oleh profesor Yahudi Gershon Scholem (edisi 1971, halaman 126) pengarang menulis tentang Jacob Frank sbb: “Dalam semua tindakannya [Jacob Frank] bertindak sebagai seorang yang sungguh-sungguh sangat jahat dan merosotkan moral dan etika individu” dan sebagai “salah satu dari fenomena yang paling menakutkan dalam keseluruhan sejarah Yahudi.”ImageJacob Frank menganggap dirinya sebagai seorang messiah. Dia mengaku sebagai titisan dari kepala keluarga Yahudi, Jacob. Dia memerintahkan kepada k.l. 13,000 orang pengikut-pengikutnya untuk berpura-pura memeluk agama Katholik dan melakukan infiltrasi di dalam gereja Katholik. Dia menunjuk Katholik sebagai “Esau,” saudara Jacob menurut kitab Bibel, sementara dia dan para pengikut-pengikutnya mengaku sebagai bagian dari Jacob menurut kitab Bibel.
Kepada pemeluk agama Kristen Katholik dia menceritakan bahwa sudah waktunya untuk melakukan sebuah rekonsiliasi antara “Jacob” dan “Esau.” Sementara itu dia mengatakan kepada para pengikut-pengikutnya secara rahasia, bahwa mereka berperan sebagai Jacob yang menipu Esau sebagaimana dalam cerita Alkitab, sehingga melalui cara penipuan ini, kata Jacob, kita akan mendirikan sebuah kerajaan Yahudi yang anti-kristus di wilayah Palestina.Rabow, dalam bukunya pada halaman 130 menyebutkan bahwa: “para pengikut Frankis juga melibatkan diri dalam berbagai intrik politik internasional, dan mengirimkan utusan rahasia kepada pemerintah Russia serta Gereja Ortodoks Ketimuran menawarkan untuk membantu menggulingkan pemerintah Polandia serta Gereja Katholik.”Jerry Rabow menggambarkannya lebih rinci dalam bukunya “50 Jewish Messiahs” (sumber Barry): “Dia [Frank] memperluas pengajaran paradoks Shabbatai Zevi bahwa dengan datangnya zaman messiah telah terjadi transformasi Alkitab mengenai larangan hubungan seksual menjadi dibolehkan dan bahkan merupakan sebuah kewajiban. Menurut Frank, melibatkan diri kedalam sebuah pesta-pora seks sekarang menjadi cara atau jalan untuk melakukan pensucian jiwa dari dosa-dosa.
Penyelewengan susila menjadi sebuah terapi … Frank meyakinkan para pengikut-pengikutnya bahwa hanya ada satu jalan bagi agama Yahudi yang mereka yakini untuk tetap bertahan adalah dengan cara berpura-pura secara lahiriah memeluk agama Kristen, sebagaimana dilakukan oleh Yahudi Donmeh, berpura-pura memeluk agama Islam.Dalam bulan Pebruari 1759, para pengikut Frank menyatakan kepada Gereja Katholik bahwa mereka siap untuk di baptis.”Pada halaman 121 buku Rabow, disebutkan bahwa: “Donmeh sekarang telah merubah Shabbatain Purim ke dalam sebuah pesta-pora seks tahunan, ketika para anggotanya saling bertukar pasangan dalam sebuah upacara yang disebutnya sebagai ‘memadamkan cahaya -extenguishing the lights.’ Donmeh menjustifikasi pesta pora seks Purim, dan mereka juga secara reguler mempraktekan aktivitas hubungan seks lainnya dengan saling bertukar pasangan istri-suami dengan memuji keteladan kitab BibelThe Jewish Encyclopedias mendefinisikan Donmeh sebagai “sebuah kata Turki untuk ‘orang murtad’ dan mengacu kepada Yahudi dari Timur Dekat pengikut Sabbatai Zevi yang memeluk agama Islam pada tahun 1666, tetapi dengan diam-diam mereka masih mempraktekan ajaran dan upacara agama Yahudi, menyembah Sabbatai sebagai Mesiah dan titisan Tuhan.”Peneliti lain mengatakan bahwa: “Sikap Yahudi Donmeh kepada publik Turki memperlihatkan kasih sayang yang besar kepada Islam, akan tetapi di kalangan mereka, seluruhnya menolak Islam bahkan meremehkannya.” Tidak perlu dikatakan lagi bahwa di Kekaisaran Ottoman mereka juga secara diam-diam dan bahkan lebih membenci serta meremehkan agama Kristen.
Sama seperti yang dilakukan oleh “Turki” Donmeh yang berkuasa di Turki sewaktu Perang Dunai I ketika terjadi Genosida atas suku bangsa Armenia. Mereka adalah para penguasa Kekaisaran Ottoman dan merekalah yang melaksanakan serta memberikan perintah untuk melakukan pembantaian — dengan cara paling kejam yang tidak pernah terpikirkan dalam benak manusia sesuai dengan rencana yang telah mereka buat untuk membantai — hampir semua penduduk Kristen di Asia Kecil: Satu Setengah Juta orang Armenia, setengah juta orang Yunani dan Yunani Pontian serta setengah juta orang Asyria dan Caldean.Pengarang Turki, Mevlan Z. Rifat, mengacu pada sekte Donmeh dan dikatakannya sebagai “sebuah sekte sinkretis Yahudi-Muslim,” yang ditulis dalam bukunya berjudul “Inner Folds of the Ottoman Revolution” 1929.– “Genosida bangsa Armenia diputuskan pada bulan Agustus 1910 dan Oktober 1911 oleh seorang anggota Komite Turki Muda, dimana keseluruhan anggota komite adalah Yahudi Balkan dalam bentuk sekte sinkretis Yahudi-Muslim, termasuk di dalamnya adalah Tallat, Enver, Behaeddin Shakir, Jemal dan Nazim, mereka bergaya dan bersikap seperti orang-orang Muslim.
Hal itu sesuai dengan loji Grant Orient yang didanai oleh Rothschild di Yunani Salonika. Oleh karena itu tidaklah heran infrastrukturnya disusun dalam bulan Agustus 1914 di Erzerum untuk merencanakan Pembantaian Besar-besaran – Great Massacres, hampir tiga bulan sebelum Turki terlibat ke dalam Perang Besar. Selama Perang Dunia I, Yahudi menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan Turki yang belum pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya, termasuk anggota sekte sinkretis Yahudi-Muslim adalah tiga orang presiden Turki, yaitu Ataturk, Inonu, dan Bayar.” Tidak diketahui apakah buku karangan Rifat tersedia terjemahannya dalam bahasa Inggris atau tidak, namun buku itu sudah diterjemahkan kedalam bahasa Armenia pada tahun 1939.Seorang ilmuwan Yahudi bernama Avrum M. Ehrlick, menulis buku dengan judul “Sabbatean Messianism As Proto-Secularism” (sumber, tulisan Berry, Kerry, Gaza and the New Sabbatean Holocaust): “Dr Nazim, Nuzhet Faik, Mustafa Arif, Muslihiddin Adil, Sukru Bleda, Halide Edip Adivar dan Ahmet Emin Yalman mereka semuanya aktif di dalam gerakan Turki Muda serta berasal dari keluarga Yahudi Donmeh.Mehmet Kapanci (1839-1924) seorang walikota Salonica dan pemilik bank terkenal yang membiayai C.U.P [beberapa orang Armenia adalah anggota mason dan bagian dari the Committee of the Union and Progress Party sebelum terjadinya Genosida] dan berasal dari Yahudi Donmeh.
Yahudi lainnya yang aktif di dalam gerakan Turki Muda adalah Nissim Mazliah dari Izmir dan Vitali Faradji, Moise Cohen (juga dijuluki Munis Tekinalp) adalah Yahudi yang aktif dan pernah menjadi mahasiswa kerabbian kemudian beralih menjadi pebisnis serta dengan aktif menyatakan kebanggaan identitasnya sebagai seorang Turki dengan sentimen/perasaan Zionis … Adalah aneh bahwa Perdana Menteri Israel pertama dan kedua, yaitu David Ben Gurion dan Moshe Sharett serta Presiden kedua Israel Yitzchak Ben Zvi pernah tinggal serta belajar di Istambul dan memeluk konsep ‘lehitatmen’, yang dalam bahasa Ibrani artinya adalah ‘untuk menjadi seorang Ottoman’. Ben Zvi dikatakan orang sebagai keturunan dari keluarga Sabbatean. Sharett bertugas pada angkatan darat Ottoman dalam Perang Dunia I.
Ben Gurion pindah kewarganegaraan Russia menjadi warganegara Ottoman, mereka takut melakukannya di Palestina. Presiden Israel Ben Zevi, Zalman Shazar dan status yang lebih rendah lainnya seperti Yitzchak Navon, mereka menjadi mahasiswa Ottomanism. Mehmet Cavit Bey (1875-1926) adalah salah seorang tokoh politik Yahudi Donmeh yang paling penting. Dia aktif dalam revolusi pada tahun 1908, ia juga sebagai seorang editor sukses sebuah tabloid dan profesor keuangan serta pernah menjadi Menteri Keuangan selama tiga periode dalam pemerintahan Turki Modern sampai dieksekusi karena diduga keras berperan dalam usaha pembunuhan Ataturk. Cavit Bey adalah seorang Zionis yang paling bersemangat yang dapat melihat keuntungan-keuntungan bagi Turki di pemukiman Yahudi di Palestina.”Kemal AttaturkAvrum Ehrlich menguraikan secara terperinci dalam bukunya yang sama : “Tingkat keterlibatan Yahudi dalam revolusi gerakan Turki Muda diperdebatkan, beberapa membantah bahwa Yahudi dan Yahudi Donmeh mendominasi the Committee of the Union and Progress Party (C.U.P) yang menguasai Negara. Yang lainnya berpendapat bahwa hal ini adalah retorika anti-Yahudi dan terlalu melebih-lebihkan, sementara itu Yahudi mendukung revolusi di tingkat lapisan bawah, mereka tidak benar-benar terwakili di eselon partai.
Menurut diplomat Inggris yang melaporkan kepada pemerintahnya menjelaskan bahwa ada sebuah komplotan konspirasi Yahudi-Masonik yang bekerja menguntungkan revolusi. Donmeh dipercaya sama-sama terlibat dalam revolusi, akan tetapi detilnya yang pasti sedikit diketahui karena sejumlah alasan-alasan … Adalah melalui loji Masonik-lah bahwa Donmeh, Yahudi dan Bektashi serta kaum sekuler, mereka yang kurang diterima dalam lingkungan mainstream masyarakat, namun kemudian mereka mampu mendapatkan pijakan yang sejajar, dan banyak dari mereka menjadi instrumen penting dari revolusi. … Dalam hubungan ini, benar atau tidaknya, terdapat kecurigaan bahwa Masonry bertanggungjawab atas hasutan dan aktivitas-aktivitasnya yang bersifat subversif, memang Turki waktu itu merupakan tempat yang sesuai untuk sebuah revolusi, menyediakan loji dan personilnya, kerahasiaan serta kerangka untuk revolusi.
Donmeh tumbuh subur di lingkungan Masonik, membiarkan mereka secara rahasia maupun untuk mempengaruhi, memelihara ide-ide religius mereka dalam sebuah atmosfir yang non-dogmatis. Menghilangkan perbedaan antara Yahudi dan orang-orang Muslim, mereka tampak merepresentasikan kepuasan yang dikompromikan dari sebuah revolusi sekuler Turki Muda. Sampai hari ini Donmeh terlibat dalam Loji-loji Masonik Turki.”Barry Chamish percaya bahwa Genosida Bangsa Armenia adalah sebuah pengulangan Holokos Yahudi. Berry adalah mantan seorang anggota militer Israel dan beralih profesi menjadi seorang wartawan investigasi, ia sudah memberikan peringatan kepada sesama orang Yahudi mengenai akan terjadinya sebuah Holokos Kedua Yahudi yang waktunya sesuai dengan yang direncanakan Israel. Saat ini bangsa-bangsa Arab dan orang-orang Muslim memainkan peran Nazi Jerman sewaktu Perang Dunia II.Penelitian Barry menyampaikannya kepada fakta, bahwa baik para perencana maupun penghasut Genosida bangsa Armenia dalam Perang Dunia II itu pada dasarnya sama dengan perencana dan penghasut Holokos Yahudi pada waktu Perang Dunia II, dan mereka sedang merencanakan holokos Yahudi lainnya saat terjadi Perang Dunia III, yang direncanakan disulut di Timur Tengah.Jangan menuduh pengarang artikel ini sebagai seorang anti-Semit, dia akan menjadi orang pertama yang datang untuk membantu setiap orang Yahudi yang hidupnya dalam keadaan bahaya. Juga, dia bukan seorang pembenci, hatinya penuh dengan cinta-kasih terhadap sesama.Dia juga bukan seorang pendusta, dia tidak akan melakukan kedustaan dengan sengaja; sekarang dia seorang tua yang ayahnya termasuk salah seorang yang selamat dari Genosida bangsa Armenia 90 tahun lalu dan dia sedang berusaha untuk menemukan fakta apa yang sebenarnya terjadi, karena keadilan di muka bumi ini belum menyentuh terhadap Genosida Armenia dan isunya tidak pernah akan mati. Tidak bisa disapu di bawah permadani sebagaimana dilakukan oleh Turki dan sekutu mereka sedang berusaha untuk melakukan hal yang sama.Sebagaimana dikatakan oleh President Putin sewaktu melakukan kunjungan pertamanya ke Israel: “Dalam abad ke-21, di masa mendatang tidak ada lagi tempat untuk penyakit xenophobia – benci pada asing, anti-Semitisme atau bentuk-bentuk lain daripada ketidak-toleranan rasial atau religius. Hal ini bukan hanya merupakan hutang kita kepada jutaan yang mati di dalam kamar-kamar gas [dan dapat saya tambahkan, dalam medan pembunuhan Armenia yang bersejarah], adalah tugas kita untuk generasi yang akan datang.”

Sumber: The Origins Of Modern Zionism

Jumat, 23 Oktober 2009

TANDA DATANGNYA KIAMAT - 21 DESEMBER 2012 ???

Banyak sekali prediksi tentang hari kiamat. Walaupun hal ini bukan sesuatu yang baru, bahkan bangsa Sumeria (Samara) peradapan yang paling tua dimuka bumi pun memprediksi ada nya malapetaka yang luar biasa akan menimpa planet ini sejak ribuan tahun yang lalu. Masih banyak lagi kitab-kitab kuno dari berbagai agama dan kepercayaan didunia ini yang telah mencatat tentang akan datang nya malapetaka yang luar biasa dahsyat nya.

Beberapa tahun terakhir ini, berita ini kembali ramai dibicarakan orang, terutama di internet. Sebagai kaum muslimin, bagaimana kita menyikapi hal ini?,

Didalam Islam, kita hukum nya wajib mengimani tentang kedatangan kiamat ini. Karena iman kepada hari kiamat adalah salah satu dari rukun iman. Tentang kapan tiba nya hari kiamat , Allahu a’lam. Sebagai mana dikatakan didalam Al-Qur’an, yang memiliki pengetahuan tentang kapan datang nya hari kiamat itu hanya Allah Jalla wa ‘Alaa.

Meskipun demikian, dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa kiamat itu sudah dekat.
“Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat.”
(Al-Qur’an: 42:17)

Walaupun tidak ada keterangan tentang kapan terjadi nya, didalam sunnah dijelaskan tanda-tanda yang akan muncul sebelum kiamat terjadi. Tanda-tanda kiamat ini digolongkan menjadi dua bagian, yaitu, 1) tanda-tanda kecil. Dan 2) tanda-tanda besar.

Tanda-tanda kecil sudah banyak sekali muncul, disini tidak akan dibahas mengenai tanda-tanda kecil ini. Sedang tanda-tanda yang besar (tanda bahwa kiamat sudah benar-benar dekat), sebagaimana disebutkan didalam Shahih Bukhari adalah:
• Dajjal,• Yajuj and Majuj,• Asap,• Binatang Melata,• Matahari terbit dari barat,• Tenggelam nya bumi di 3 tempat (Timur, Barat dan di Arab)• Api yang keluar dari Yemen dan menggiring manusia ke tempat kumpul mereka.

Meskipun semua tanda-tanda besar diatas adalah penting, yang akan dibahas disini hanya satu. Yaitu, matahari terbit dari barat.

Berita tentang matahari akan terbit dari barat, adalah suatu berita yang luar-biasa. Bagi yang bukan muslim, hal ini adalah suatu hal yang tidak lumrah, khayalan atau suatu kebodohan. Sebagian kaum muslimin pun percaya bahwa pernyataan matahari terbit dari barat itu adalah suatu kiasan, bukan lah suatu fenomena alam yang akan terjadi. Hal ini terjadi karena dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengetahui, untuk matahari dapat terbit dari barat, bumi harus berputar kearah yang berlawanan (ini adalah yang dimengerti sampai saat ini). Apakah memang demikian keadaan sebenarnya?, untuk itu kita akan melihat penemuan-penemuan dari beberapa cabang ilmu pengetahuan termasuk astronomi.

Beberapa waktu terakhir ini banyak diberitakan di internet akan datang nya kiamat pada tanggal 21 Desember 2012. Bagi kaum muslimin, berita ini tidak boleh dipercaya apalagi sampai diyakini. Tapi kita perlu juga memperhatikan apa sebenar nya yang akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012.

Berita heboh tentang 2012 ini karena ditemukan nya prasasti peninggalan suku Maya yang ada di benua Amerika. Suku Maya ini ribuan tahun yang lalu menemukan sistem penanggalan (kalender) yang luar biasa. Mengingat belum maju nya ilmu pengetahuan tentang astronomy pada saat itu. Suku Maya mempunyai tiga sistem penanggalan, yaitu perhitungan tanggal berdasarkan bulan (Qamariyah) seperti yang digunakan dalam sistem penanggalan Arab. Juga perhitungan tanggal berdasarkan matahari (Syamsyah). Dan sistem yang ketiga adalah sistem penanggalan yang mereka sebut dengan Perhitungan Panjang (long count). Perhitungan panjang ini mereka gunakan untuk ramalan dan ritual suku mereka.

Yang menarik dengan sistem penanggalan suku Maya ini adalah sejak ribuan tahun mereka dengan tepat memprediksi kapan terjadi nya gerhana bulan dan gerhana matahari. Sebenarnya banyak hal yang mereka prediksi ribuan tahun yang lalu kebetulan tepat, salah satu contoh nya adalah tanggal kedatangan orang kulit putih ke negri mereka.

Tapi ada suatu yang menjadikan sistem penanggalan suku Maya ini yang membuat heboh berita tentang kiamat yang saat ini lagi ramai dibahas di internet. Yaitu, penanggalan suku Maya ini berhenti pada tanggal 21 Desember 2012.

Menurut kepercayaan mereka, pada tanggal 21 Desember 2012 atau kurang lebih nya bertepatan dengan hari Jum’at tanggal 7 Safar 1434 Hijriyah, semua akan berakhir karena ada nya malapetaka luar-biasa yang akan menimpa planet ini.

Demikian itulah sedikit informasi tentang tanggal 21 Desember 2012 menurut penanggalan suku Maya. Sebenar nya apa yang akan terjadi pada hari itu menurut ilmu pengetahuan?.

Cosmologists memperhitungkan bahwa pada hari jum’at tanggal 21 Desember 2012, posisi bumi, matahari akan sejajar dengan titik tengah galaxy (The Black hole). Ini adalah suatu fenomena alam yang jarang terjadi. Bahkan menurut ilmu astronomy/cosmology, kejadian ini terjadi 25,800 tahun sekali.

Apakah yang akan terjadi bila bumi mengalami fenomena ini?, menurut para ahli (saya tidak akan memberikan referensi, karena banyak sekali tulisan ilmiah di internet mengenai ini, jadi anda tidak akan kesulitan menemukan nya: ketik saja di google search: “galactic alignment 2012”, anda akan menemukan banyak sekali informasi tentang ini).

Karena pengaruh gravitasi pada saat alignment (posisi sejajar) antara black hole, matahari dan bumi itu, menurut para ahli, kemungkinan besar arus magnetik dapat berputar ke arah yang berlawanan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya pole shift atau bergeser nya posisi kutub utara dan selatan. Apabila hal ini terjadi, maka akan dapat membuat matahari nampak terbit dari barat, dan akan terjadi gempa bumi, tsunami, banjir yang akan melanda banyak tempat dimuka bumi. Hal ini dikarenakan salju yang ada di kutub akan cair, tempat-tempat rendah dibumi akan digenangi oleh air, gempa bumi yang akan menenggelamkan sebagian daratan dan lain-lain. Yang nanti nya, peta dunia yang ada saat ini akan berubah.

Demikian juga mengenai letak kutub utara dan selatan akan berubah. Yang mana kemungkinan posisi khatulistiwa akan menjadi tempat yang dingin, daerah yang kini kering menjadi subur, hijau dan daerah yang dekat kutub akan menjadi tandus dan kering dan lain sebagainya. Kejadian pole-shift (pergeseran kutub) ini pernah terjadi sebelum nya di bumi ini sebagaimana hasil riset yang dilakukan oleh Princeton University.

Hal ini mengingatkan kita pada suatu hadith shahih yang diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shahih Muslim nya:
"Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR.Muslim)"

Untuk itu, mudah-mudahan kejadian alam ini semakin menambah iman kita sebagai kaum muslimin. Bahwa menurut ilmu pengetahuan pun, matahari dapat terbit dari barat, negeri Arab yang kering dan tandus itu pun akan menjadi subur berpadang rumput. Ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah swt, sebagaimana didalam Al-Qur’an disebutkan:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” (Al-Qur’an: 41:53)

Perlu saya tekankan disini bahwa sebagian besar ulama ahlu sunnah, termasuk Ibn Kathier juga Qurtubi dll, telah sepakat bahwa terbit nyamatahari dari arah barat adalah saat tertutupnya pintu tobat. Sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an:

“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.” (QS. Al-An’am: 158).

Keterangan para ulama ini berdasarkan ayat diatas dan hadith shahih:

“Jika matahari telah terbit dari arah barat dan orang-orang melihatnya, maka mereka semua beriman. Pada saat itu iman seseorang tidak lagi berguna untuk dirinya selama dia belum beriman sebelumnya atau memperoleh kebaikan dalam imannya.” (HR. al-Bukhari 7/190 dan Muslim nomor 157)
Dan dalam waktu dekat ini, akan terjadi fenomena alam, yang kemungkinan akan menjadikan matahari terbit dari barat, Allahu a’lam.

Kamis, 17 September 2009

SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Eidul Fitri

Taqabalallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin

(Misbahuddin Azzuhri and Fam)

Menangkap Spirit Idul Fitri

Idul Fitri baru saja kita lalui, menyusul berakhirnya puasa Ramadhan selama sebulan yang telah sama-sama kita lewati. Pada bulan Syawal ini umat Islam kembali ke kehidupan ‘normal’ seperti hari-hari sebelumnya: menjalani aktivitas harian yang mungkin sempat ‘tersita’ oleh kegiatan mengisi bulan suci Ramadhan dengan ragam amal ibadah, yang dilanjutkan dengan merayakan ‘hari kemenangan’, yang umumnya diisi dengan kegiatan mudik untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan saling mengunjungi sesama.
Ramadhan boleh saja berlalu. Puasa—dalam artian menahan lapar dan dahaga seharian selama sebulan penuh—boleh saja berakhir. Itu adalah sunnatullah. Namun demikian, jika esensi puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang diharamkan Allah sekaligus mengendalikan hawa nafsu agar selalu tunduk dan taat pada semua perintah-Nya, ‘puasa’ sejatinya tidak pernah berakhir selama hayat dikandung badan. Bukankah menahan diri dari hal-hal yang Allah haramkan sekaligus menundukkan hawa nafsu pada semua perintah-Nya adalah merupakan esensi dari ketakwaan, yang sejatinya buah dari pelaksanaan shaum Ramadhan yang dijalani setiap Muslim? (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 183). Bukankah Baginda Rasulullah saw. pun mengukur kesempurnaan iman seseorang dari sejauh mana kemampuannya menundukkan hawa nafsunya pada semua aturan yang Beliau bawa, yakni aturan-aturan syariah?
«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتىَّ يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ»
Tidak beriman seseorang sampai dia menundukkan hawa nafsunya pada apa saja yang aku bawa (aturan-aturan syariah).
Karena itulah, jika selama menjalani shaum Ramadhan seorang Muslim menahan diri untuk berbohong, berkata-kata kotor dan keji, menggunjing, menipu, menyakiti dan menzalimi orang lain maka demikianlah sejatinya ia selalu berperilaku meski Ramadhan telah berlalu. Jika selama berada di bulan suci seorang artis menutup auratnya rapat-rapat dan bahkan berhenti manggung atau main film/sinetron yang sarat dengan maksiat maka demikianlah semestinya ia senantiasa bersikap meski bulan suci sudah ia lewati.
Jika selama menjalani puasa Ramadhan seorang penguasa atau pejabat berhenti korupsi, menerima hadiah dan suap, menelentarkan dan zalimi rakyat maka demikianlah seharusnya ia selalu bertindak meski ia sudah meninggalkan bulan Ramadhan. Jika selama bulan suci seorang politisi ‘istirahat’ dari upaya ‘menjilat’ kesana-kemari maka demikianlah seharusnya ia selalu bersikap meski shaum tak lagi ia jalani.
Singkatnya, bulan puasa hanyalah momentum untuk mengingatkan kita tentang bagaimana seharusnya kita sebagai Muslim menjalani kehidupan ini—sepanjang tahun, tidak hanya selama Ramadhan—agar selalu berada dalam ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, yakni senantiasa menundukkan hawa nafsu pada semua perintah Allah dan menahan diri dari semua yang Dia larang.
Kenyataan Saat Ini
Sayang, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, esensi puasa di atas seperti tidak pernah dipahami dan seolah dilewatkan begitu saja oleh kebanyakan Muslim. Usai Ramadhan, banyak Muslim yang kembali suka berbohong, menggunjing dan menyakiti orang lain. Usai puasa, banyak artis yang kembali ke dunia maksiat, mengobral aurat dan melakukan tindakan tak terpuji. Usai shaum, banyak pejabat yang kembali melakukan korupsi dan menelantarkan rakyat.
Usai bulan suci, banyak politisi yang kembali bermanuver serta ‘menjilat’ kesana-kemari. Yang terjadi saat ini, meski Pemilu 2009 masih dua tahun lagi, energi para pejabat dan politisi malah mulai tersedot ke arah bagaimana cara mempertahankan/meraih posisi pada ajang Pemilu lima tahunan tersebut. Momentum silaturahmi Idul Fitri pun dimanfaatkan untuk melakukan penjajakan sebelum dilanjutkan dengan berkoalisi, melakukan manuver politik dan meraih simpati. Setelah mengajukan usulan kontroversial untuk kembali ke asas tunggal, yang kemudian banyak menuai kritik, beberapa partai besar, di antaranya PDIP dan Golkar, diberitakan sedang menggagas Liga Nasional. Tujuannya konon untuk memperteguh komitmen terhadap Pancasila, UUD 45, NKRI dan Pluralisme (Media Indonesia, 22/10/07).
Namun, siapapun tahu, saat mereka berkuasa, justru negeri ini carut-marut. Timor Timur malah lepas dari NKRI. RMS di Maluku dan OPM di Papua masih dibiarkan unjuk gigi. Kemiskinan dan pengangguran tak pernah bisa diatasi. Banyak BUMN dijual murah kepada pemodal luar negeri. Pluralitas (keragaman) justru hendak dipasung kembali dengan usulan asas tunggal. Tidak aneh jika ada yang menilai bahwa gagasan untuk membentuk Liga Nasional hanyalah ajang untuk berkoalisi menjelang Pemilu 2009.
Di sisi lain, wacana Capres/Cawapres jauh-jauh hari sudah banyak dibahas. PDIP sudah memastikan mengusung kembali Megawati menjadi Capres 2009. PKB juga berencana mengusung kembali Gus Dur menjadi Capres 2009. Dari kalangan independen, Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso—setelah secara terbuka mendeklarasikan diri akan maju menjadi Capres 2009—kini mulai rajin mendekati sejumlah parpol yang diharapkan bisa menjadi kendaraan poltiknya. Partai-partai lain, khususnya partai-partai besar, meski belum pasti, tak ketinggalan menjadikan isu Capres/Cawapres ini sebagai wacana utama sekaligus fokus agenda politiknya.
Lalu bagaimana dengan kondisi rakyat secara umum saat ini? Adakah mereka menjadi perhatian utama penguasa, para pejabat dan para politisi di atas sebagaimana saat-saat mereka berkampanye menjelang Pemilu?
Sayang, nasib rakyat yang sudah lama terpuruk seolah semakin terlupakan. Di bidang ekonomi, misalnya, pelayanan terhadap masyarakat seperti penyediaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, layanan kesehatan dan pendidikan serta perbaikan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar rakyat seolah tak pernah serius diurusi. Selama tiga tahun kepemimpinan SBY-JK kebutuhan mendasar rakyat tersebut tampak gagal diwujudkan. Wajar jika dalam dua tahun waktu yang tersisa dari pemerintahan SBY-JK, banyak pihak pesimis akan nasib bangsa ini. Pasalnya, sebagaimana dinyatakan Pengamat LIPI Syamsuddin Haris, “Fokus SBY dan kabinetnya sudah terpecah dengan semakin dekatnya Pemilu.” (Kompas, 22/10/07).
Memang, Pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi saat ini cukup signifikan. Namun, pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini di era Pemerintahan SBY lebih dipicu oleh pertumbuhan pasar uang, tidak mencerminkan pertumbuhan sektor riil. “Pertumbuhan pasar uang ini terutama terjadi karena banyaknya pemain asing yang masuk ke Indonesia. Mereka tergiur dengan tawaran bunga tinggi,” demikian komentar Pengamat Ekonomi UGM Ichsanuddin Noorsy. (Kompas, 22/10/07). Karena itu, meski pertumbuhan ekonomi diklaim positif, kemiskinan dan pengangguran justru makin meningkat. Wajar jika jajak pendapat Harian Kompas 6-7 Oktober 2007 menunjukkan, bahwa kepercayaan publik (rakyat) terhadap Pemerintah saat ini semakin pupus.
Menangkap ‘Spirit’ Idul Fitri
Sebagaimana puasa Ramadhan, Idul Fitri boleh saja pergi, dan Hari Raya Lebaran boleh saja tinggal kenangan. Namun, jika esensi Idul Fitri adalah kembali ke fitrah, sementara kembali ke fitrah berarti kembali ke ke ketaatan kepada Allah dengan menjalankan syariah-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, maka demikianlah seharusnya bangsa yang mayoritas Muslim ini bersikap. Apalagi, di samping secara fitrah manusia memang butuh diatur oleh syariah, syariah jugalah yang bisa menjadi satu-satunya solusi untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi oleh umat manusia, yang terbukti tidak pernah bisa menyelesaikan persoalannya sendiri.
Kenyataan sudah membuktikan, selama puluhan tahun kita diatur oleh berbagai aturan yang bersumber dari ideologi Kapitalisme-sekular, nasib bangsa ini tidak pernah menjadi lebih baik. Ekonomi kita makin terpuruk. Politik kita semakin carut-marut. Dunia pendidikan kita tak pernah berhenti menuai masalah. Peradilan kita tak kunjung bisa menciptakan keadilan. Hukum kita tak pernah mampu menurunkan angka kejahatan. Bahkan kemerdekaan kita pun terampas karena saat ini kita sesungguhnya sedang berada dalam perangkap penjajahan baru (neo-imperialisme)—secara ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya dan seterusnya. Pantaslah jika Allah SWT berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya, dibandingkan dengan Allah, bagi kaum yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).
Dengan merenungkan kondisi di atas, sudah saatnya seluruh komponen bangsa ini, khususnya umat Islam, tidak lagi berpaling dari aturan-aturan Allah SWT. Sebab, sesungguhnya keberpalingan kita dari aturan-aturan Allah yang sudah sedemikian lamanya, itulah yang menjadikan kita selalu mengalami kesempitan hidup di dunia—sebagaimana yang sedang kita alami—apalagi di akhirat kelak. Allah SWT memperingatkan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta. (QS Thaha [20]: 124).
Karena itulah, hendaknya kita semua segera—tanpa perlu menunda-tunda lagi—menyambut seruan Allah SWT untuk menerapkan seluruh syariah-Nya secara total dalam kehidupan, sebagaimana firman-Nya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian. (QS al-Anfal [8]: 20).

Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.

Kamis, 23 Juli 2009

Noaulu: "Baret Merah" dari Seram

Nama suku Noaulu di Pulau Seram, Maluku, mencuat pada 2005 setelah polisi mengungkap kasus mutilasi yang dilakukan salah satu marga suku itu di Desa Nuanea, Amahai, Maluku Tengah.
Bagian kepala, jantung, lidah, dan jari-jari dua korban akan dijadikan syarat peresmian perbaikan rumah adat baru marga Sounawe.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri Masohi terungkap bahwa para pelaku yang dijatuhi hukuman mati dan menjadi hukuman seumur hidup dalam proses banding itu tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka juga tak mengetahui bahwa ada aturan hukum yang melarang pembunuhan manusia.
Tokoh masyarakat Noaulu yang juga Kepala Dusun Negeri Lama, Desa Sepa, Maluku Tengah, Marwai Leipary (25), Januari lalu, mengakui tradisi penggunaan kepala manusia sebagai persembahan pembangunan rumah adat memang ada sejak zaman dulu. Namun, aturan itu sudah dihapus oleh para tokoh adat pada 1970-an dan menggantinya dengan piring kuno atau kepala binatang kuskus.
”Aturan itu sudah dihapus karena sekarang sudah berlaku hukum positif. Kalau yang terjadi dulu itu (kasus 2005 di Nuanea) adalah karena ketidaktahuan mereka,” ujarnya.
Permukiman suku Noaulu di Nuanea memang terpisah dengan suku Noaulu lain yang ada di Sepa. Jika di Nuanea hanya ada satu kelompok masyarakat, di Sepa ada lima kelompok masyarakat Noaulu yang terbagi dalam lima perkampungan, yaitu Negeri Lama, Bonara, Hauwalan, Yalahatan, dan Rohua.
Jumlah populasi suku Noaulu diperkirakan hanya ribuan orang. Negeri Lama hanya memiliki 78 keluarga yang setara dengan 271 jiwa.
Ketidakmampuan berbahasa Indonesia membuat mereka juga terisolasi dari berbagai informasi pembangunan. Mereka juga cenderung eksklusif demi menjaga tradisi leluhur.
Suku Noaulu yang ada di Sepa lebih terbuka karena permukiman mereka cenderung bersatu dengan warga desa lain. Tempat tinggal mereka juga terletak tak jauh dari Jalan Trans-Seram yang menghubungkan Masohi-Tehoru. Warga juga telah mengenal televisi dan berpendidikan lebih baik daripada saudara mereka di Nuanea.
Nama Noaulu didasarkan atas tempat awal permukiman mereka di hulu (ulu) Sungai Noa di jantung Pulau Seram. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, umumnya mereka berkebun dan berburu di hutan dengan menggunakan panah, tombak, dan sumpit.
Ciri utama masyarakat Noaulu adalah ikat kepala berwarna merah yang digunakan pria dewasa. Ikat kepala yang disebut kain berang itu tidak boleh dilepaskan dalam kondisi apa pun, kecuali saat mandi. Adapun perempuan yang telah bersuami wajib mengenakan kain atau selendang di pinggangnya.
Warga umumnya menganut agama yang mereka sebut agama suku Noaulu. Kepercayaan ini diwariskan oleh para leluhur dan tokoh adat melalui tuturan. Pemerintah umumnya memasukkan kepercayaan mereka itu dalam kelompok agama Hindu meskipun warga menolaknya.
Keterbukaan warga Noaulu di Sepa membuat mereka lebih terbuka menerima agama lain, terutama Islam. Sebagian warga yang berpindah agama biasanya disebabkan oleh pernikahan dengan warga luar suku Noaulu.
Satu hal yang paling berkesan selama saya berada di sana, di antaranya adalah tentang adat kebiasaan persembahan kain merah bagi siapapun tamu yang ingin berkunjung ke desa ini–dan berkehendak bisa diterima oleh tetua suku. Entah, apakah kebiasaan itu masih berlaku hingga sekarang. Tapi, yang jelas, dulu saya membawa sehelai kain merah untuk mereka.
Benar saja, sebagai tamu, saya merasa begitu dihormati. Berbagai informasi tentang suku ini pun mengalir deras keluar dari seorang tokoh suku (sayang, saya lupa namanya. Oh, ya, saya juga sempat mengabadikan beberapa foto).

Development Ambon - Seram Bridge

Background :Maluku Province is one of Provinces in Indonesia with total isles, namely more than one thousand islands. If viewed from the size definition, then the island categorized large is only Seram Island, while Buru still including in the isles. If viewed from definition of total populations, then all islands in the Maluku Province including in the small category.

Viewing from the developed definition by the said United Nations, Maluku Province is known as Small Island Province (SIP). In the area of small island, marine transportation means become one of the key determinant factor in the development success, but such transportation means is traditional and it is not continually operational with the fixed frequency due to its operation is determined by the condition of season or weather. Therefore, in the small island area is necessary to develop transportation facilities that can omit or minimize the effects of season or weather.Seram as the largest island in the Maluku Province has offshore and onshore potency and it can be developed to support development of other regions. This island has 3 Regencies (West Seram, Central Maluku and Eastern Seram) located adjacent to Ambon island in Kota Ambon as the Capital of Province. In Maluku Province, Kota Ambon has the only Exit Main Gate of this region. Therefore, transportation accessibility to and from the said Kota is extremely determinant for the development of other islands. In order to support and accelerate the development of Seram island as the largest island and most potential to support the development of Maluku Province, then improvement in accessibility to transportation becomes one main must other than the development of other facility and infrastructure. Viewing the said condition, then development of inter-island bridge of Ambon Seram (AMBSER) with the length less than 9 Km forward having extremely proper economy prospect. Definitely this is supported by the availability of human, vehicle and goods in western Seram Regency, Central Maluku. Eastern Seram and Kota Ambon that will cross to use the said bridge. By the pessimistic prediction, it is described that total vehicles to be crossed the said bridge around 3,250, and with the crossing price of Rp. 150.000 per vehicle within 15 years will be obtained the gross income of Rip. 8.78 trillion. Bridge investment value along less than 9 Km is Rp. 6 Trillion. Such data description shows that not later than 15 years of investment can be returned.
Purpose of Project
· To build transportation that can increase accessibility to the area that does not depend or is affected by conditions of season or weather or its operation only limited at midday.
· To build all facilities of transportation having tourist value so that it can give multidimensional effects to the development of other sectors.
· To accelerate the development of economy growth point in the Province of Maluku, especially in Seram Island.
Scope of Project:
Development approach of Ambon Seram Bridge, for which the length less than 9 Km will be implemented from two points, namely Ambon island and Seram island points made by 2 Contractor. By such work, it is expected that the work can be completed within 5 years (0,9 Km per annual).
Project Feasibility:
By the optimistic approach, total vehicles passing through the bridge of Ambon Seram are predicted per day of 3,250. Such amount is only for the four-wheel vehicles, including two wheel vehicles and passengers. The
price of one crossing for four-wheel vehicles is Rp. 250.000. Accordingly, the obtained income from the four wheel vehicles per year only reaches Rp. 0.2926 Trillion and to amortize investment cost of Rp. 6 trillion requires time less than 20 years. Time to return the said investment can be accelerated if the income of two wheel vehicles can be also used for the return of loan capital.
Project out come:
· People can access transportation between Seram and Ambon islands as the exit main gate of the Province region at any time as it is estimated by sea condition or season.
· Interaction between people of both islands and other islands, such as Buru island and other islands will enhance so that it will give opportunity towards the appearance of business or new investment.
· Some business results have market access, chiefly perishable agricultural commodities.
· Economy growth in the area of Seram island will be increasingly accelerated.
· Expected Impact / Profit
· The connection of Seram and Ambon island Area will give positive impact to Kota Ambon, as business activity competition and space can be minimized thereby stabilizing security condition and minimizing, even it recovers ecosystem of Ambon island.
· Movement context of capital to Seram island becomes irrelevant and if it is made requires higher cost for a longer period time and arise potentially new social KERAWANAN.
· Occurrence of spontaneous population migration to Seram island thereby
· Accelerating the growth and development of various social infrastructure facilities.
· Encouragement of new investment, chiefly in the sectors of tourism, hotel, property, land transportation and market.
· Trans road of Seram will be increasingly economically valuable and supporting the development of road trans of new Seram in the route of Tehoru Seram Timur.
· Improvement of Province PAD, Regency or Town available in Seram and Ambon islands.
Estimated Project Cost:
Development cost: Rip. 6 Trillion, time ford development is 5 years.
Financing Strategy
There are some most possible alternatives to do in financing strategy, i.e.:
Alternative I:
· Consortium of Regency Pemda (Kota Ambon, West Seram Regency, Central Maluku and East Seram): 1,2 Km, investment value of Rp.0.78 Trillion or Rip. 39 Billion per year per Regency Area.
· Pemda of Maluku Province: 0,5 Km, investment value of Rip. 0.325 Trillion or 65 billion per year.
· Central Government, APBN managed by Jasa Marga (Ministry of Transportation) 3,5 Km, investment value of Rp. 2.29 T or Rp.457 Billion per year.
· Private Consortium: 4 Km, investment value of Rp. 2.61 T or Rp.522 Billion per year.
Alternative II:
· Loan aid from one Donor Country with low interest and Central Government (ratio 70: 30 or 80:20).
Alternative lll:
· Aid from some Donor Countries in terms of Multilateral and Central Government (Ratio 90:10).
Cooperation :
Central Government, Regional Government and Private Sector.

Tradisi Suku Naulu: Kepala Manusia, Persembahan Buat Rumah Adat

Di jaman yang serba modern saat peradaban manusia sudah keluar dari keterisolasiannya, ternyata di pedalaman Pulau Seram, Provinsi Maluku, terdapat satu komunitas suku asli yakni Naulu yang masih bertahan dengan tradisi unik peninggalan jaman bar-bar yang saat ini sangat bertentangan dengan norma hukum positif di belahan dunia manapun. Tradisi tersebut adalah memotong kepala manusia buat persembahan. Sebuah ritual adat yang diyakini sebagian warga Naulu sebagai kepercayaan yang mutlak harus dilakukan. Keyakinan itu mengalahkan akal sehat dan logika manusia karena kepercayaan yang diyakini pelakunya, jika tidak mendapat kepala manusia buat persembahan bisa mendatangkan bala atau musibah. Suku yang prianya bercirikan khas ikat kepala merah itu hidup di pedalaman Seram dengan berkoloni dan agama yang dianut adalah aliran kepercayaan, sebagaimana agama para leluhurnya. Kehidupan masyarakatnya yang suka berburu dan berladang untuk makan itu tidak menetap dalam satu perkampungan besar. Mereka tersebar pada lima lokasi di Pulau Seram dengan dusun masing-masing Nuane, Bonara, Naulu Lama, Hauwalan, dan Rohua. Pada Juli 2005 lalu, warga Masohi Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah digegerkan dengan penemuan dua sosok manusia yang sudah terpotong-potong bagian tubuhnya. Bonefer Nuniary dan Brusly Lakrane adalah korban persembahan tradisi suku Naulu saat akan melakukan ritual adat memperbaiki rumah adat marga Sounawe. Kepala manusia yang dikorbankan diyakini akan menjaga rumah adat mereka. Bagian tubuh kedua korban yang diambil selain kepala yang nantinya diasapi adalah jantung, lidah, dan jari-jari. Sementara anggota tubuh yang tidak diambil dihanyutkan di aliran sungai Ruata, tidak jauh dari perkampungan suku Naulu dari komunitas Nuane. Akibat perbuatannya itu, tiga warga Naulu yang merupakan komunitas adat tertinggal di Pulau Seram ini divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Masohi. Mereka adalah Patti Sounawe, Nusy Sounawe, dan Sekeranane Soumorry. Sementara tiga lainnya divonis hakim hukuman penjara seumur hidup masing-masing Saniayu Sounawe, Tohonu Somory, dan Sumon Sounawe. Para pelaku mutilasi ini dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan secara berencana, sebagaimana diatur dalam pasal 340 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Raja Naulu dari suku Nuane, Sahune Matoke, mengatakan tindakan yang dilakukan warganya disebabkan karena ketidaktahuannya akan hukum formal yang berlaku di Indonesia. Motivasi pembunuhan dengan mengambil kepala manusia dilakukan karena keyakinannya untuk melakukan ritual adat yang dinilai sakral. “Warga saya tidak tahu kalau membunuh itu hukumannya apa,” terang Sahune saat ditemui Radio Vox Populi di Kantor LSM Humanum, Ambon, beberapa waktu lalu. Peristiwa pengambilan kepala manusia ini bukan baru pertama kali terjadi. Sebelumnya pada tahun 1990-an, tiga warga Naulu dari komunitas Nuane dihukum 17 tahun penjara karena melakukan hal yang sama. Saat itu korbannya dua orang yang tengah berburu di hutan dibunuh dan diambil kepalanya untuk ritual adat seperti yang terjadi pada Juli 2005 lalu. “Kami tidak tahu dan mengerti hukum. Saya memang sudah memberi arahan saat peristiwa sebelumnya terjadi, tapi itu tidak berhasil karena anggapan mereka (warganya, red) kita ini sama. Selain itu tidak ada dukungan pemerintah untuk turun ke suku saya untuk memberikan arahan,” ujarnya. Dikatakannya, tradisi tersebut sudah terjadi sejak jaman bar-bar, saat sering terjadi perang antar suku di pedalaman Pulau Seram sejak berabad-abad tahun lalu. Dalam kondisi seperti itu siapa yang kuat dialah yang menang. Bahkan dalam tradisi dulu, seorang raja yang ingin mengangkat seorang anak mantu laki-laki haruslah heroik dengan menunjukan kejantanannya dengan mempersembahkan kepala manusia sebagai mas kawin. “Ajaran adat kami sebenarnya tidak seperti itu tapi tradisi adat dilepaskan saat muncul masa-masa penguasaan. Saat terjadi perang antar suku untuk saling menguasai,” jelasnya. Sahune mengatakan, keyakinan dikalangan warganya bahwa potong kepala merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan saat akan melakukan ritual adat seperti perbaikan atau pergantian rumah adat. “Perbuatan mereka karena tidak tahu tentang hukum, dan keyakinan mereka kalau tidak melakukan pemotongan kepala bisa sakit bahkan mati,” ungkapnya. Disamping itu, kuasa hukum banding terdakwa Naulu, Samson Atapary, balik mempertanyakan tanggungjawab negara yang tidak menyikapi secara serius tradisi masyarakat Naulu tersebut. Tradisi potong kepala manusia di suku Naulu ini, kata Samson, bukan yang pertama terjadi tapi sudah berulang kali dan tidak pernah ada pendekatan atau penyuluhan oleh pemerintah ke masyarakat Naulu. “Ini sebenarnya tanggungjawab negara yang sudah mengetahui ada tradisi yang bertentangan dengan hukum formal tapi tidak ada proses untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan tentang hukum kepada warga Naulu,” sesal Samson. Dirinya menambahkan, pihaknya tidak puas dengan putusan hakim yang tidak mempertimbangkan faktor non yuridis dalam pengambilan keputusan. “Kami melihat, vonis yang diberikan hakim buat mereka (para terdakwa, red) tidak menjadi sarana penyadaran dan pembinaan buat mereka, sehingga kami selaku kuasa hukum akan banding dengan harapan ada pertimbangan-pertimbangan non yuridis terhadap vonis nanti,” kata Samson. “Kami akan banding sebagaimana diatur dalam undang-undang,” sela Stenley Mailissa. Dalam proses banding tersebut, penasehat hukum dari keenam terdakwa mutilasi yang melibatkan warga suku Naulu ini adalah Samson Atapary dan Stenley Mailissa. “Kami akan prioritaskan kasus tiga klien kami yang divonis mati, dengan meminta keadilan buat mereka. Kenapa pengadilan memutuskan hukuman seberat itu, ini ada diskriminasi hukum. Mereka bunuh orang karena tidak tahu konsekuensi hukumnya apa,” kata Stenley. Dirinya menceritakan, dari fakta persidangan menunjukkan kepolosan kliennya dan ketidaktahuannya akan hukum. “Saat hakim bertanya ke terdakwa apa yang mereka rasakan saat membunuh orang, jawaban dari dua orang terdakwa sangat mengejutkan kami yakni mereka merasa bangga. Ini menunjukkan kalau mereka memang tidak tau apa-apa. Bahkan mereka katakan kepada hakim kalau tidak ada kepala manusia katong (kami) bisa sakit dan mati,” kata Stenley, meniru ucapan para terdakwa saat persidangan lalu. Untuk itu dirinya berharap, perlakuan hukum kepada kliennya pada banding nanti tidak bisa disamakan dengan warga masyarakat lain yang sudah hidup terbuka. Mengingat pendidikan dan pengetahuan warga Naulu sama sekali tidak ada tentang hukum karena tidak ada pembangunan hukum, sosial, maupun pendidikan terhadap warga masyarakat Naulu. “Yang diketahuinya hanya sebatas berburu dan bertanam,” ujarnya. Kehidupan sosial yang terbelakang ini juga diakui Raja Sahune Matoke. Perkampungan Nuane yang didiami 525 keluarga atau sekitar 900 jiwa itu belum tersentuh pembangunan sama sekali. Ironisnya, tidak jauh dari perkampungan Nuane atau sekitar dua kilometer terdapat pemukiman transmigrasi lokal yang baru ada 10 tahun belakangan ini. “Di lokasi transmigrasi sudah jalan raya, sekolah, dan listrik. Kami yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu hingga sekarang tidak dibangun jalan raya dan listrik,” ungkapnya. Selain itu, agama yang dipakai oleh masyarakatnya yakni aliran kepercayaan justru mempersulit mereka dalam mencari pekerjaan, termasuk dalam hal pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hingga saat ini, kata Sahune, baru satu warganya yang kuliah. Itupun baru duduk pada semester lima di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik di Masohi, Maluku Tengah. Sementara lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) baru lima orang. “Selain faktor ekonomi masyarakat saya yang miskin, anggapan dari para orang tua di kalangan masyarakat kami bahwa percuma sekolahkan anak kalau nanti tidak bisa bekerja di kantor pemerintahan. Persoalannya karena agama yang dianut kami katanya tidak resmi,” terangnya. (vp)